JAKARTA — Keputusan peraih Ballon d’Or, Rodri, untuk bergabung dengan Barcelona ketimbang Real Madrid memicu psywar panas di ranah La Liga.
Gelandang bertahan Manchester City tersebut mulanya menjadi incaran utama Real Madrid untuk memperkuat lini tengah. Namun, Barcelona bergerak lebih agresif dengan merogoh kocek lebih dalam demi mengamankan jasa pemain berkebangsaan Spanyol tersebut.
Kedatangan Rodri diprediksi akan membuat keseimbangan dan aliran bola permainan Barcelona semakin dominan di musim kompetisi 2026/2027.
Mourinho: Pemain Tak Boleh Ragu Gabung Real Madrid
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menegaskan dirinya sama sekali tidak merasa kalah bersaing dari rival abadi mereka dalam perburuan tanda tangan Rodri.
Mourinho mengungkapkan bahwa keraguan yang sempat ditunjukkan sang pemain membuat manajemen El Real langsung menarik diri dari proses negosiasi.
Beberapa poin penegasan Jose Mourinho terkait situasi transfer tersebut meliputi:
- Sikap Tegas Klub: Real Madrid merupakan klub besar dan calon pemain tidak boleh berpikir dua kali untuk bergabung.
- Kedalaman Skuad: Los Blancos tetap optimistis dengan komposisi lini tengah saat ini yang dinilai memiliki kualitas memadai.
- Pengembangan Pemain: Fokus tim pelatih adalah mengasah potensi pemain yang ada untuk menjadi pembeda di lapangan.
Respon Ketus Soal ‘Kemenangan’ Barcelona
Saat disenggol mengenai anggapan bahwa Barcelona memenangi persaingan transfer atas Real Madrid dalam perburuan Rodri, juru taktik asal Portugal itu memberikan respons menohok.
“Kemenangan buat Barcelona? Kemenangan itu didapat di lapangan dengan poin dan trofi,” cetus Mourinho.
Pernyataan pedas tersebut menegaskan bahwa keberhasilan merekrut pemain bintang di bursa transfer tidak menjadi jaminan raihan gelar di akhir musim. (*)

