New Delhi – Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, harus berjuang ekstra keras untuk mengamankan tiket menuju babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Menghadapi wakil Hong Kong, Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai, pasangan unggulan kesembilan ini sukses memetik kemenangan lewat pertarungan rubber game.
Dalam laga babak 32 besar yang berlangsung sengit tersebut, Sabar/Reza mengunci kemenangan dengan skor akhir 22-20, 14-21, dan 21-15. Hasil manis ini menjaga asa sektor ganda putra Indonesia untuk terus melaju ke babak-babak krusial.
Sempat Tertekan dan Kesulitan Temukan Ritme Terbaik
Pertemuan perdana menghadapi Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai menyajikan tantangan taktis bagi Sabar/Reza. Pasangan Hong Kong tersebut langsung menerapkan pola menyerang sejak awal laga yang sempat merepotkan pertahanan ganda Indonesia.
Reza Pahlevi mengakui bahwa dirinya sempat kehilangan sentuhan bola terbaik dan melakukan beberapa kesalahan sendiri akibat masih beradaptasi dengan karakter permainan lawan di lapangan.
“Alhamdulillah bersyukur bisa memenangkan pertandingan hari ini. Tadi dari saya banyak belum dapat touch-nya dan banyak mati sendiri karena masih agak mencari-cari ritme dan strategi yang pas dengan pola permainan mereka. Ini pertemuan pertama dan mereka langsung menekan kami, jadi agak kesusahan,” ungkap Reza usai laga.
Senada dengan Reza, Sabar Karyaman menambahkan bahwa kesulitan di lapangan lebih dipengaruhi oleh faktor adaptasi arena pada laga perdana mereka di kejuaraan ini.
“Tekanan bermain di Kejuaraan Dunia kali ini tidak ada. Tadi mungkin lebih karena belum adaptasi banyak saja, apalagi ini pertandingan pertama kami jadi belum menemukan sentuhan terbaik. Tadi kami terus berusaha memutar otak dari gim pertama, kedua, sampai ketiga. Alhamdulillah membawa hasil yang baik,” jelas Sabar.
Evaluasi Taktis dan Kunci Kemenangan
Gim pertama berlangsung sangat ketat hingga terjadi setting point sebelum akhirnya diamankan Sabar/Reza dengan skor 22-20. Meski sempat kehilangan fokus pada gim kedua dan menyerah 14-21, pasangan Indonesia berhasil bangkit pada gim penentuan melalui penyesuaian taktik.
Poin-poin penting yang menjadi kunci kebangkitan Sabar/Reza di gim ketiga meliputi:
- Peningkatan Variasi Servis: Memvariasikan arah servis tipis untuk mematikan serangan pertama ganda Hong Kong.
- Penguasaan Area Depan Net: Sabar lebih aktif mengambil inisiatif bola-bola potong di depan net untuk membuka ruang serangan.
- Ketenangan Saat Rali Panjang: Meminimalisasi unforced errors dan bermain lebih sabar dalam meladeni rali-rali cepat lawan.
Bersiap Hadapi Laga Sengit Lawan Wakil Chinese Taipei
Usai mengamankan tempat di babak 16 besar, tantangan lebih berat sudah menanti Sabar/Reza. Di babak selanjutnya, mereka dijadwalkan bakal berhadapan dengan pasangan tangguh asal Chinese Taipei, Lee/Yang.
Menatap laga krusial tersebut, Sabar/Reza menegaskan bakal melakukan evaluasi mendalam dan mempersiapkan strategi matang mengingat rekor pertemuan kedua pasangan yang terbilang imbang.
“Harapannya tentu ingin mendapat medali, tetapi kami sadar lawan di sini tidak ada yang gampang. Besok kami harus melawan Lee/Yang dari Taipei. Kami sudah pernah menang dan kalah dari mereka, jadi banyak hal yang perlu disiapkan untuk pertandingan besok dan seterusnya,” tutup Reza. (*)

