MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyerukan pentingnya menjaga kerukunan serta menguatkan tali ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Pesan bernuansa keagamaan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang dipusatkan di Masjid Al-Kautsar, kawasan Citraland Tallasa City, Makassar, Minggu (23/8/2026).
Didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, kehadiran orang nomor satu di Kota Makassar ini disambut hangat oleh ratusan jamaah. Acara keagamaan bertajuk “Maulid Berbagi Gembira” tersebut juga dirangkaikan dengan gelaran tabligh akbar guna meningkatkan ketakwaan serta mempererat silaturahmi antarwarga.
Dihadiri Tokoh Masyarakat dan Dipadati Antusiasme Warga
Peringatan Maulid Nabi di kawasan pemukiman modern tersebut berlangsung khidmat dan semarak. Sejumlah pimpinan lembaga dan tokoh penting turut hadir mendampingi Wali Kota, di antaranya Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar, Usman Sofian, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jeneponto, Irmawati Zainuddin.
Antusiasme warga terlihat dari penuhnya ruang utama Masjid Al-Kautsar hingga ke lantai dua. Para pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, hingga rombongan ibu-ibu majelis taklim berbaur memadati lokasi acara.
Suasana makin syahdu saat Qori Ustaz Baharuddin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah penuh makna oleh Ustaz Amin Hamdat.
Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Modern
Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri Arifuddin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus Masjid Al-Kautsar yang sukses menghadirkan ruang kebersamaan bernilai ibadah bagi masyarakat. Munafri menegaskan bahwa perayaan Maulid tidak boleh berhenti sebagai sekadar seremonial tahunan semata.
Menurutnya, Maulid harus dijadikan sarana refleksi diri untuk menyerap dan menerapkan ajaran serta akhlak mulia Nabi Muhammad SAW ke dalam aktivitas bermasyarakat sehari-hari.
“Rasulullah adalah teladan utama bagi kita semua. Seluruh teladan beliau sangat relevan dan terus hadir sebagai pedoman yang tidak lekang oleh waktu dalam mengarungi kehidupan sehari-hari,” tutur Munafri.
Secara khusus, ia mengajak seluruh elemen warga, terutama generasi muda Kota Makassar, untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai figur panutan utama di tengah derasnya arus modernisasi.
“Maulid ini kembali mengingatkan kita bahwa ada satu sosok manusia terbaik yang wajib menjadi contoh dan panutan. Teladan Rasulullah tidak boleh memudar, melainkan harus senantiasa kita amalkan,” tegasnya.
Peran Strategis Masjid dalam Menjaga Keharmonisan dan Ketahanan Kota
Selain sebagai ajang meneladani keteladanan Nabi, Munafri menggarisbawahi komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam merawat toleransi, keberagaman, serta kerukunan antarumat beragama. Hal ini menjadi fondasi utama demi mewujudkan Kota Makassar yang aman, damai, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Munafri mendorong agar fungsi masjid di Kota Makassar terus dioptimalkan. Menurutnya, masjid era modern harus mampu bertransformasi menjadi pusat solusi sosial bagi lingkungan sekitar.
“Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah salat lima waktu saja. Lebih dari itu, masjid harus mampu mengambil peran aktif dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di wilayahnya, termasuk dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan warga,” jelasnya.
Menutup rangkaian sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk memanjatkan doa bersama agar Kota Makassar senantiasa dilindungi dari berbagai bencana. Ia juga meminta masyarakat bahu-mewahu serta saling peduli dalam menghadapi ancaman tantangan iklim, seperti potensi kemarau panjang yang mulai membayangi sejumlah wilayah. (*)

