Site icon macassar.id

Wali Kota: Hati-hati Rawan Kebakaran

Rawan Kebakaran

Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus mengintensifkan imbauan keselamatan lingkungan di tengah fenomena kemarau panjang. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi bahaya kebakaran permukiman.

Pesan strategis tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Malam Ramah Tamah dan Pesta Rakyat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Organisasi Rukun Warga (ORW) 06 Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, pada Sabtu (22/8/2026) malam.

Langkah Mitigasi Kebakaran dan Pelayanan Kesehatan Gratis

Dalam arahannya, Munafri menyoroti tingginya frekuensi insiden kebakaran di wilayah perkotaan akibat cuaca Kering yang ekstrem. Pihaknya meminta pengurus RT dan RW untuk bersikap proaktif dalam mengawasi lingkungan serta mengedukasi warga.

Beberapa poin langkah pencegahan dan mitigasi yang ditekankan oleh Wali Kota meliputi:

Jaminan Suplai Air Bersih dan Dorongan Urban Farming

Selain bahaya kebakaran, Pemkot Makassar mengantisipasi dampak kekeringan dengan memobilisasi armada penyuplai air bersih secara terpadu. Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan BPBD diinstruksikan turun langsung membagikan pasokan air bersih ke titik-titik permukiman warga yang terdampak.

Di samping pemenuhan kebutuhan dasar air, Munafri mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah melalui metode pertanian perkotaan (urban farming):

  1. Pemanfaatan Lahan Sempit: Memaksimalkan lahan kosong atau pekarangan rumah menjadi area hijau produktif.
  2. Penguatan Ketahanan Pangan: Mengembangkan tanaman pangan mandiri yang berpotensi menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menambah pendapatan keluarga.

Apresiasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Pandang

Dalam kesempatan tersebut, Orang Nomor Satu di Kota Makassar itu juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada warga Kelurahan Pandang yang telah memulai gerakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

Ia meminta instansi kecamatan dan kelurahan untuk terus mendampingi warga agar budaya memilah sampah dapat berjalan secara berkelanjutan. Sinergi antara kebersihan lingkungan, ketahanan pangan, dan kewaspadaan bencana diharapkan menjadikan Makassar sebagai kota yang tangguh dan nyaman bagi seluruh warganya. (*)

Exit mobile version