MAKASSAR — Memperingati suasana Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perumda Pasar Makassar Raya menunjukkan kepedulian nyata terhadap para pekerja lapangan. BUMD milik Pemerintah Kota Makassar ini menyalurkan paket bantuan sembako kepada 80 petugas kebersihan yang bertugas di berbagai unit pasar tradisional. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi setinggi-tingginya kepada armada kebersihan yang konsisten menjadi garda terdepan dalam merawat sanitasi lingkungan serta mensukseskan pengelolaan sampah perkotaan.
Penyerahan bantuan bahan pokok tersebut diselenggarakan secara simbolis di tiga lokasi pasar induk vital di Kota Makassar, yakni Pasar Terong, Pasar Sawah, dan Pasar Pa’baeng-baeng. Agenda pembagian sembako ini dihadiri langsung oleh Direktur Keuangan Perumda Pasar Makassar bersama jajaran manajemen, meliputi Kepala Bagian Kepegawaian, Kabag Ketertiban dan Keindahan, Kabag Pendapatan, serta seluruh staf operasional Perumda Pasar Makassar Raya.
Garda Terdepan Program Pemilahan Sampah Pasar
Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, S.Sos, menegaskan bahwa pemberian sembako ini tidak sekadar agenda rutin peringatan kemerdekaan, tetapi menjadi momentum penting untuk memberikan dorongan moral dan penghargaan atas dedikasi para pekerja kebersihan di lapangan.
“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya karena Bapak dan Ibu sekalian merupakan ujung tombak operasional kami di lapangan. Peran petugas kebersihan sangat krusial, terutama dalam mengawal proses pemilahan sampah langsung dari tingkat pedagang hingga bermuara ke fasilitas pengelolaan sampah milik Perumda Pasar,” papar Ali Gauli Arief.
Ia menambahkan, peran armada kebersihan saat ini telah bertransformasi menjadi lebih strategis. Petugas tidak sekadar menyapu atau mengangkut limbah pasar, melainkan memastikan seluruh sampah yang dihasilkan pedagang terpilah secara sistematis berdasarkan kategorinya.
Proses pemilahan sampah dari sumbernya tersebut merupakan bagian integral dari rantai pengelolaan lingkungan yang terhubung langsung ke sejumlah sarana modern milik Perumda Pasar, seperti penyerapan di bank sampah, pengolahan komposter, hingga unit pemrosesan daur ulang lainnya.
Langkah Strategis Pengelolaan Sampah Perumda Pasar Makassar
- Pasar Induk Penyaluran Bantuan: Pasar Terong, Pasar Sawah, dan Pasar Pa’baeng-baeng.
- Fasilitas Pengolahan Sampah: Bank Sampah, Komposter, dan Unit Daur Ulang Lingkungan Pasar.
- Target Budaya Kebersihan: Pemilahan sampah dari tingkat pedagang, pengurangan kantong plastik, serta efisiensi kertas.
Ali berharap penyaluran bantuan pangan ini dapat memicu semangat kerja para petugas kebersihan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan harian keluarga mereka. “Kami berharap bantuan sembako ini bermanfaat dan memberikan keringanan. Semoga spirit rekan-rekan untuk konsisten memilah sampah sejak dari lapak pedagang di bawah naungan Perumda Pasar dapat terus menyala,” tambahnya.
Refleksi Kemerdekaan Melalui Aksi Manjaga Lingkungan
Lebih jauh, Ali menyampaikan bahwa esensi peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia sepatutnya dimaknai sebagai pendorong aksi kebersamaan dan gotong royong dalam merawat bumi. Ia mengajak seluruh elemen pasar, mulai dari jajaran pegawai, pedagang, hingga masyarakat pengunjung pasar untuk mengambil tindakan nyata menjaga kebersihan lingkungan pasar.
Langkah sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari meliputi pembiasaan membuang sampah sesuai tempatnya, meminimalisir penggunaan kantong plastik sekali pakai, membatasi pemakaian kertas secara berlebihan, serta secara konsisten memisahkan sampah organik dan anorganik dari sumber awal.
“Menghargai jasa petugas kebersihan dan mendukung program pemilahan sampah Pemkot Makassar merupakan kewajiban kolektif kita bersama. Upaya menyelamatkan ekosistem bumi bisa kita mulai dari aksi-aksi kecil, seperti menjaga ketertiban buang sampah dan merawat kebersihan area pasar agar tetap sehat,” pungkas Ali.
Melalui program kepedulian sosial ini, Perumda Pasar Makassar Raya mempertegas komitmennya untuk memperkuat tata kelola kebersihan pasar secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan fasilitas pasar tradisional yang bersih, nyaman, dan higienis bagi seluruh masyarakat Kota Makassar. (*)

