MAKASSAR — Kota Makassar diproyeksikan mengalami kemacetan di sejumlah ruas jalan utama pada hari ini. Gelombang demonstrasi dijadwalkan berlangsung di 34 titik lokasi aksi yang tersebar di wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, dengan keterlibatan sedikitnya 19 organisasi massa dan lembaga aktivis dengan akumulasi massa mencapai lebih dari 1.180 orang.
Menyikapi eskalasi aktivitas penyampaian pendapat di muka umum tersebut, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., memimpin Apel Gelar Pasukan Silaturahmi Kamtibmas 2026 di kawasan Flyover, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (26/8/2026) lalu.
Kegiatan pengamanan berskala besar ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Sulsel, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., Pejabat Utama Polda Sulsel, serta jajaran personel TNI, Polri, dan instansi terkait.
Kesiapsiagaan 1.425 Personel Gabungan
Dalam apel gelar pasukan tersebut, sebanyak 1.425 personel gabungan diterjunkan sebagai bentuk kesiapsiagaan operasional sekaligus komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sulawesi Selatan.
“Apel Silaturahmi Kamtibmas ini merupakan wujud komitmen bersama untuk mempererat persatuan dan kesatuan, memperkuat sinergi antar seluruh komponen bangsa, serta meneguhkan tekad kita dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan,” tegas Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.
Dua Gelombang Massa dan Titik Rawan Kemacetan
Berdasarkan pemetaan lapangan, pergerakan massa unjuk rasa diperkirakan terbagi dalam dua gelombang utama, yakni gelombang pagi pada pukul 10.00–11.00 WITA dan gelombang siang hingga sore pada pukul 13.00–14.00 WITA.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi simpul kemacetan di beberapa koridor vital, di antaranya:
- Kantor Gubernur Sulsel & Kejati Sulsel: Isu sengketa lahan GOR Sudiang dan penanganan kasus dugaan korupsi.
- Flyover & Pertigaan Sultan Alauddin–Pettarani (PAP): Pusat mimbar bebas isu nasional dan aksi solidaritas perbankan.
- Polda Sulsel & Lanud Hasanuddin: Aksi terkait pengawasan BBM, pertambangan ilegal, dan penanganan kejahatan jalanan.
- Kawasan Bisnis & Perbankan (Jl. AP Pettarani): Aksi penyampaian aspirasi perizinan lingkungan usaha dan aduan nasabah.
Pengamanan Humanis dan Imbauan Lalu Lintas
Selain isu nasional mengenai dinamika ekonomi-politik, mayoritas pengunjuk rasa mengusung permasalahan lokal, mulai dari konflik lahan, hak tenaga kerja, hingga pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
Seluruh personel gabungan yang disiagakan akan mengedepankan pendekatan pengamanan yang humanis dan persuasif. Pengguna jalan dianjurkan untuk memanfaatkan jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, kawasan Flyover, serta Jalan A.P. Pettarani. (*)

