Site icon macassar.id

UMI Gelontorkan Beasiswa Afirmasi Rp1,1 Miliar

Rektor UMI

Rektor UMI Prof Hambali Thalib SH MH saat wisuda Priode II 2026 di Hotel Calro, Kamis (27/8/2026)

MAKASSARUniversitas Muslim Indonesia (UMI) menggelontorkan Beasiswa Afirmasi Penyelesaian Studi senilai Rp1.159.000.000 (Rp1,15 Miliar) untuk membiayai 121 mahasiswa yang mengalami kendala finansial mendesak jelang akhir pendidikan.

Hal itu disampaikan Rektor UMI, Prof. Hj. Hambali Thalib, S.H., M.H., saat memberikan smabutan pada Wisuda UMI Periode II tahun 2026, di Hotel Claro, Kamis (27/8/2026).

Bantuan ini menjadi solusi konkret agar mahasiswa yang mengalami musibah keluarga tidak terhenti sebelum meraih gelar sarjana.

“Ada 121 mahasiswa umi yang hampir menyelesaikan seluruh proses akademiknya tetapi terkendala biaya untuk mengikuti proses ujian akhir sarjana. Ketika kami telusuri di balik angka tunggakan itu, ada persoalan kemanusiaan. Ada orang tua yang meninggal, ada keluarga kehilangan pekerjaan, ada usaha keluarga yang menurun, ada penyakit, ada perceraian, ada tekanan ekonomi yang justru datang ketika mahasiswa hampir selesai. Kami bertanya, apakah setelah berjuan bertahun-tahun mereka harus berhenti hanya beberapa langkah sebelum selesai?” katanya.

Rektor Hambali mengatakan, UMI memutuskan untuk mengatasi masalah ini. “Universitas Muslim Indonesia memberikan bantuan beasiswa afirmasi penyelesaian studi sebesar Rp1.1.599.000.000.000 121 mahasiswa bagi kami bukan sekedar beasiswa biasa,” katanya.

Menurutnya, ini adalah kebijakan akademik sekaligus kebijakan kemanusiaan. Dimana masalah mahasiswa harus diketahui sebelum terlambat. Bantuan harus diupayakan sebelum mahasiswa menyerah.

“Dan inilah salah satu alasan kita membangun UMI Connection,” ujarnya.

Langkah kepedulian ini diperkuat dengan groundbreaking gedung UMI Connection pada 26 Agustus 2026 kemarin, sebagai wadah penguatan jejaring alumni dan kepedulian sosial kampus secara berkelanjutan.

Selain itu, Rektor menyampaikan di hadapan ribuan lulusan beserta jajaran civitas akademika, pencapaian akademik setinggi apa pun harus bermuara pada nilai manfaat yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Hambali mengawali dengan memberikan penghormatan mendalam kepada para orang tua wisudawan. Menurutnya, orang tua adalah sosok yang paling lega dan berjasa di balik keberhasilan anak-anak mereka menuntaskan masa studi di bangku perguruan tinggi.

Menjawab Tantangan Kesenjangan Manfaat Ilmu di Masyarakat

Rektor UMI menyoroti fenomena sosial di mana peradaban dan kemajuan teknologi berkembang sangat pesat, namun penyebaran kemanfaatannya belum sepenuhnya dirasakan oleh publik. Kondisi ini disebutnya sebagai tantangan kesenjangan manfaat.

“Masyarakat kita tengah berhadapan dengan persoalan nyata di bidang ekonomi, lapangan kerja, kesehatan, lingkungan, pendidikan, keadilan, serta percepatan teknologi. Perguruan tinggi tidak boleh menarik diri dari realitas tersebut. Sesuai tuntunan Al-Qur’an Surat Al-Ma’un, keimanan harus melahirkan kepedulian, dan bagi UMI, ilmu pengetahuan wajib menghasilkan kemanfaatan,” tegas Prof. Hambali Thalib.

Ia juga mengajak seluruh civitas akademika UMI untuk berani melakukan otokritik terhadap kemajuan institusi. Akreditasi yang meningkat, lompatan publikasi ilmiah, hingga tingginya capaian IPK mahasiswa tidak boleh membuat kampus berpuas diri tanpa memberi dampak perubahan sosial.

Capaian Akademik dan Deretan Prestasi Internasional UMI

Saat ini, UMI terus mengokohkan posisinya sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) unggulan di Indonesia. Universitas Muslim Indonesia tercatat membina 71 program studi pada enam jenjang pendidikan (Diploma, Sarjana, Magister, Doktor, Profesi, dan Spesialis), dengan 34 program studi (47,89 persen) di antaranya telah mengantongi akreditasi A dan berpredikat Unggul.

Selain itu, UMI didukung oleh 1.034 dosen pengajar, termasuk 117 Guru Besar (Profesor), yang menjadikan UMI sebagai PTS pemilik profesor terbanyak di Indonesia. Dari total 24.424 mahasiswa aktif, rerata IPK lulusan pada periode ini mencapai 3,73, dengan 84,1 persen lulusan meraih predikat Cumlaude.

Deretan Prestasi Mahasiswa UMI Tahun 2026:

“Predikat cumlaude adalah bentuk prestasi akademik, tetapi kepekaan yang berdampak langsung adalah bentuk prestasi kehidupan yang sesungguhnya,” tambah Rektor.

Aksi Kemanusiaan dan Beasiswa Afirmasi Rp1,1 Miliar

Kepekaan sosial tersebut dibuktikan secara langsung oleh aksi nyata Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran UMI yang terjun dalam penanganan bencana kebakaran di Makassar, serta mendampingi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

(*)

Exit mobile version