Site icon macassar.id

Wawancara Bilal Hasan: Target Andre Lima, Percaya Proses & Tuhan 

Wawancara Bilal Hasan

Wawancara bersama Bilal Alakai Hasan usai pertarungan di Shanghai.

Makassar — Bilal Hasan, petarung MMA berjuluk “The IndoNinja”, baru saja meraih kemenangan spektakuler yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu prospek terpanas di kelas terbang (flyweight). Dalam wawancara dengan Charly Arnolt yang diarkan Paramount usai pertarungan, ia mengungkapkan perasaan surreal yang akhirnya terasa nyata, kepercayaannya pada proses dan Tuhan, serta rencana besarnya untuk melangkah lebih jauh menuju gelar juara.

Dua kemenangan dalam rentang 18 hari bukanlah pencapaian yang mudah. Namun, Bilal Hasan membuktikan bahwa kerja keras dan persiapan matang membuahkan hasil yang manis. Dalam obrolan dengan pewawancara, ia dengan rendah hati berbagi pengalaman dan pandangannya tentang pertarungan yang baru saja dilaluinya.

Perasaan Surreal yang Kini Terasa Nyata

Ketika ditanya tentang perasaannya usai kemenangan, Bilal Hasan mengakui bahwa kata “surreal” adalah kata yang ia gunakan sepanjang pekan. Namun, setelah pertarungan usai, segalanya terasa lebih nyata.

“Ini adalah pertama kalinya segalanya benar-benar terasa nyata,” ujar Bilal Hasan. “Saya telah melalui begitu banyak pengalaman di karier regional dan amatir saya. Saya tahu bahwa saya hanya perlu percaya pada proses dan percaya pada apa yang Tuhan rencanakan untuk saya.”

Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan kepada timnya. “Saya sungguh percaya pada tim di sudut saya—Charles Pearson, Ryan Diaz, dan untuk pertama kalinya, ayah saya. Jadi saya tahu saya berada di tangan yang baik,” tambahnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa di balik kesuksesan Bilal Hasan, ada dukungan kuat dari keluarga dan tim yang selalu mendampinginya. Kehadiran ayahnya di sudut ring untuk pertama kalinya menjadi momen emosional yang istimewa bagi petarung berusia 25 tahun tersebut.

Strategi Kreatif dan Pembelajaran dari Pertarungan

Bilal Hasan dikenal sebagai petarung yang tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan dan kreativitas di dalam octagon. Dalam wawancaranya, ia mengakui bahwa ia sempat mencoba berbagai gerakan kreatif di awal pertarungan.

“Di menit pertama, saya menghantamnya dengan beberapa pukulan gila. Saya pikir saya akan menyelesaikannya, tetapi saya hampir terlalu kreatif dan tergesa-gesa,” jelasnya. “Itulah yang menyebabkan saya overextend dan terjebak dalam posisi buruk.”

Meskipun sempat mengambil risiko, Bilal Hasan tetap yakin bahwa penyelesaian (finish) akan datang. “Saya tahu bahwa finish akan datang, dan saya hanya percaya pada kemampuan saya dan persiapan yang telah saya lakukan,” ujarnya.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga baginya untuk tidak terlalu terburu-buru dalam mencari kemenangan. Ia menyadari bahwa terkadang kesabaran dan disiplin justru lebih penting daripada sekadar mengejar “kill” di atas ring.

Target Andre Lima: Menantang Petarung yang Kurang Impresif

Salah satu momen menarik dalam wawancara Bilal Hasan adalah ketika ia secara terbuka menantang Andre Lima. Ia mengungkapkan bahwa keputusannya untuk menantang Lima didasari oleh pengamatannya terhadap performa petarung tersebut.

“Dia bertarung tepat sebelum saya, jadi saya menonton pertarungan itu di ruang ganti. Dan sejujurnya, saya tidak terkesan,” kata Bilal Hasan dengan jujur. “Saya pikir dia gagal memenuhi berat badan. Ini bukan masalah pribadi dengannya. Saya pikir dia keren. Hanya saja, saya harus terus maju.”

Ia menambahkan bahwa ambisinya untuk menjadi juara mendorongnya untuk berani mengambil keputusan berani. “Saya sedang mengejar gelar juara dan itulah yang saya lihat. Saya tahu dalam bisnis ini, Anda harus berani menyebutkan nama lawan Anda. Jadi saya melihat itu dan saya mengambil kesempatan,” tegasnya.

Pernyataan ini menunjukkan mentalitas juara yang dimiliki Bilal Hasan. Ia tidak takut untuk menantang siapa pun demi mencapai tujuannya.

Rencana Bertarung di Edmonton dan Istirahat Sejenak

Selain membahas kemenangan dan target lawan, Bilal Hasan juga mengungkapkan rencananya untuk bertarung di Edmonton. Ia menyebut bahwa tanggal pertarungan di Edmonton sudah menjadi target yang ia bicarakan dalam pertemuan petarung pekan ini.

“Edmonton adalah tanggal yang saya sebutkan dalam pertemuan petarung pekan ini. Hanya beberapa minggu lagi. Tidak terlalu jauh dari rumah,” ujarnya.

Namun, ia juga menekankan bahwa ia tidak terburu-buru. “Saya harus kembali dan berbicara dengan pelatih saya. Sejujurnya, saya tidak terburu-buru. Saya baru bertarung dua kali dalam sebulan terakhir. Kamp setelah kamp, itu berat bagi tubuh,” jelas Bilal Hasan.

Ia mengungkapkan kerinduannya untuk kembali berlatih jiu-jitsu dan bergulat (grappling). “Saya merindukan latihan jiu-jitsu. Saya merindukan bergulat. Jadi itu satu hal yang tidak sabar saya lakukan—kembali ke rumah dan berlatih dengan semua anak di Charlie’s Combat Club,” tambahnya.

Meskipun ada target untuk bertarung di Edmonton, Bilal Hasan tetap realistis dengan kondisi tubuhnya. Ia akan berdiskusi dengan tim pelatih sebelum mengambil keputusan final.

Moonwalk sebagai Penutup yang Ikonik

Di akhir wawancara, Charly Arnolt memberikan kejutan dengan meminta Bilal Hasan untuk melakukan moonwalk ala Michael Jackson dalam rangka merayakan kemenangan dan ulang tahun sang legenda musik.

Dengan antusias, Bilal Hasan pun menyanggupi. “Ya, Nyonya. Saya siap,” katanya sambil menunjukkan gerakan moonwalk yang ikonik di depan kamera. Momen ini menjadi penutup yang ringan dan menghibur dari wawancara yang serius.

Dengan dua kemenangan dalam 18 hari, kepercayaan diri yang tinggi, dan dukungan penuh dari tim serta keluarga, Bilal Hasan berada di jalur yang tepat untuk mencapai puncak kariernya.(*)

Exit mobile version