Site icon macassar.id

IMB Puji Keberhasilan Padel REI Merdeka

Dino dan idris MB

MAKASSAR – Gelaran olahraga bertajuk Padel REI Merdeka sukses digelar dengan kemeriahan yang luar biasa. Event yang diprakarsai oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan ini berhasil menjaring sebanyak 250 pasangan peserta dan menyajikan total hadiah mencapai Rp175 juta setelah mendapatkan tambahan bonus untuk berbagai kategori.

Ajang yang mengusung semangat kebersamaan dan sportivitas ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dan aktualisasi diri bagi para anggota REI, komunitas, influencer, hingga kalangan eksekutif. Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, terutama dari tokoh senior organisasi tersebut.

Ketua Panitia Padel REI Merdeka, H. Badris Salam yang akrab disapa HBS, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas amanah serta dukungan penuh yang diberikan oleh Dewan Kehormatan DPD REI Sulawesi Selatan, H. A. Idris Manggabarani (IMB). Menurutnya, tanpa kepercayaan dan bimbingan dari IMB, event sebesar ini tidak akan berjalan dengan lancar.

“Terima kasih atas kepercayaan dari Pak Idris Manggabarani yang telah menunjuk saya selaku Ketua Panitia. Antusiasme luar biasa, peserta mencapai 250 pasang dan total hadiah bertambah menjadi Rp175 juta,” ujar Badris Salam usai bertemu bersama jajaran DPD REI Sulsel dengan Ketua Kehormatan DPD REI Sulsel.

Keberhasilan Padel REI Merdeka tidak lepas dari antusiasme peserta yang melampaui ekspektasi panitia. Dengan jumlah 250 pasangan yang mendaftar, turnamen ini menjadi salah satu event olahraga terbesar yang diselenggarakan oleh asosiasi profesi di Sulawesi Selatan dalam beberapa waktu terakhir.

Para peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anggota REI, komunitas olahraga, influencer, hingga para eksekutif yang ingin menunjukkan kemampuan mereka di lapangan padel. Keberagaman peserta ini menciptakan suasana kompetitif sekaligus penuh kebersamaan yang menjadi ciri khas dari event ini.

IMB Beri Apresiasi Tinggi untuk Kepanitiaan
Suksesnya gelaran ini turut mendapat pujian langsung dari Idris Manggabarani selaku Dewan Kehormatan DPD REI Sulsel. Menurut IMB, ajang ini tidak hanya berlangsung sukses dan menggema di antara asosiasi profesi lainnya, tetapi juga menjadi ajang aktualisasi diri serta penguat marwah organisasi.

“Kegiatan ini berlangsung sukses. Ini adalah bentuk aktualisasi diri bahwa REI itu ada. Marwah REI kita bawa dengan baik dan mulai kita bangkitkan kembali. Organisasi ini hidup karena memiliki kepengurusan yang luar biasa,” ungkap IMB dengan penuh semangat.

Pernyataan IMB tersebut menggambarkan betapa pentingnya event seperti Padel REI Merdeka dalam menghidupkan kembali semangat organisasi. Setelah beberapa waktu mungkin terasa redup, ajang ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kebanggaan dan identitas REI di mata publik maupun antaranggota.

Dalam kesempatan yang sama, IMB juga membeberkan alasan di balik pemilihannya terhadap H. Badris Salam sebagai nakhoda kepanitiaan. Penunjukan tersebut dilandasi penilaian cermat terhadap dedikasi dan pengorbanan yang ditunjukkan selama persiapan event yang cukup panjang dan menantang.

“Saya memilih ketua panitia bukan tanpa penilaian, saya melihat dengan cermat. Saya tahu ini tidak mudah, bahkan tidak semua orang siap menyiapkan dana talangan. Saya tahu Pak HBS tulus menjalankan event ini. Terima kasih Pak Haji Badris,” tambahnya dengan nada haru.

Pengakuan IMB ini menunjukkan bahwa di balik kesuksesan sebuah acara besar, terdapat pengorbanan dan kerja keras yang tidak terlihat oleh publik. Kesediaan Badris Salam untuk maju dan memimpin panitia, termasuk dalam hal penyediaan dana talangan yang tidak sedikit, menjadi bukti nyata komitmennya terhadap kemajuan organisasi.

Lebih lanjut, IMB menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kemandirian dalam membesarkan organisasi. Menurutnya, keberhasilan Padel REI Merdeka bukanlah hasil kerja individu semata, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh pengurus dan anggota yang saling bahu-membahu.

“Letak organisasi dikatakan baik jika masalah mau diselesaikan bersama secara bergotong royong. Kita mencoba agar tidak selalu menadah tangan atau sekadar meminta, tetapi juga jangan merugikan orang banyak. Ini adalah awal dari semuanya, sekaligus cara kita mengukur kemampuan diri sendiri,” pungkasnya. (*)

Exit mobile version