MAKASSAR — PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VI Sulselbarra Maluku membukukan rekor kinerja keuangan yang mengesankan pada Semester I/Kuartal II 2026. Pertumbuhan positif ini didorong oleh tingginya penetrasi produk investasi emas serta efektivitas pelayanan bagi masyarakat di wilayah operasional Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
Kepala Departemen Business Support Pegadaian Kanwil VI, Dedi Kusnadi, mengungkapkan bahwa pencapaian achievement target perseroan untuk tahun 2026 hingga pertengahan tahun ini berhasil menembus angka 115,7 persen.
“Alhamdulillah, Pegadaian Kanwil VI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,23 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 36,52 persen secara tahunan (year-on-year) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu,” jelas Dedi Kusnadi.
Secara keseluruhan, jumlah nasabah aktif Pegadaian di wilayah Sulselbarra Maluku kini menembus 1.654.231 orang, atau tumbuh 4,11 persen secara year-on-year (YoY). Kualitas kredit perseroan juga terjaga sangat sehat dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) berada di posisi rendah, yakni 0,28 persen.
Inklusi Investasi Emas: Cicil Emas dan Tabungan Emas Tumbuh Pesat
Produk investasi berbasis emas terus menjadi kontributor utama pertumbuhan portofolio Pegadaian. Kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi untuk menjadikan emas sebagai instrumen perlindungan nilai (safe haven) tercermin dari lonjakan transaksi dua produk unggulan:
Cicil Emas: Nilai pinjaman berjalan (outstanding) produk Cicil Emas mencapai Rp1,14 triliun, melonjak tajam sebesar 125,6 persen (YoY). Dari sisi gramasi, total omzet transaksi cicil emas hingga Juni 2026 mencapai 459,2 kilogram.
Tabungan Emas: Total akumulasi gundukan emas saldo Tabungan Emas nasabah di wilayah Kanwil VI resmi menembus 1,05 ton per Juni 2026.
Peningkatan ini disokong penuh oleh kemudahan transaksi melalui platform digital Tring!. Hingga semester pertama 2026, pengguna aplikasi Tring! di Kanwil VI telah mencapai 507.000 nasabah, yang memanfaatkannya untuk investasi emas hingga pembayaran transaksi pergadaian secara daring tanpa perlu berkunjung ke outlet.
Strategi Manajemen Risiko Terpadu Menghadapi Fluktuasi Harga Emas
Menanggapi kondisi pasar keuangan global yang dinamis di mana harga emas bergerak sangat fluktuatif akibat pengaruh geopolitik dan indikator makroekonomi, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI Sulselbarra Maluku, Pratikno, menegaskan ketahanan bisnis perseroan.
Mengingat sekitar 90 persen portofolio kredit Pegadaian berbasis agunan emas, perseroan menerapkan tata kelola Enterprise Risk Management (ERM) yang sangat ketat dari level pusat hingga daerah.
“Harga acuan taksiran emas yang kami pakai setiap hari disusun berdasarkan kajian komprehensif dari tim analis independen di Kantor Pusat dan direkomendasikan langsung kepada jajaran Direksi. Kami juga menerapkan strategi pengalihan risiko (transfer risk) untuk memitigasi potensi kerugian akibat volatilitas harga,” terang Pratikno.
Komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR)
Selain berfokus pada capaian target bisnis, Pegadaian Kanwil VI juga aktif memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat melalui alokasi program CSR. Hingga pertengahan tahun 2026, perseroan telah merealisasikan berbagai kegiatan sosial:
- Sektor Pendidikan: 102 kegiatan penunjang sarana dan beasiswa.
- Sektor Sosial & Kebudayaan: 39 kegiatan kemasyarakatan.
- Infrastruktur & Fasilitas Umum: 27 kegiatan perbaikan sarana publik.
- Kesehatan, Lingkungan & Pemberdayaan Ekonomi: Total 24 kegiatan terpadu. (*)

