
Makassar, — Setelah proses pencarian Pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di atas Gunung Bulusaraung, Tim Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi satu jenazah korban.
Jenazah korban ditemukan berada di lereng gunung yang curam dengan kemiringan 70°.
Kendati medan yang berat, namun tim berhasil mengevakuaso korban dan membawanya ke posko.
- JNE Content Competition 2026 Dibuka, Hadiah Ratusan Juta hingga Umrah & Holy Land
- Kantor Baru DWP Diresmikan, Wali Kota Munafri Tekankan Peran Pemberdayaan Keluarga
- DJP Sulselbartra Apresiasi Pemkot Makassar, Munafri Jadi Panutan Lapor SPT Lebih Awal
- Mendag Pantau Pasar Terong hingga Ritel Modern, Harga Pangan Makassar Relatif Terkendali
- Munafri Minta Warga Jaga Ketertiban, Hindari Konvoi Tembak-Tembakan
Selain itu, tim juga berhasil menemukan ELT (Emergency Locator Ttansmitter) pada pukul 15.15 Wita.
Juga ditemukan sejumlah dokumen pribadi yang diduga milik korban.
“Izin melaporkan, penemuan ELT (Emergency Locator Transmitter) beserta dokumen pribadi dari puing puing pesawat yang di temukan oleh tim sar gabungan SRU 3 pada pukul 15:15 wita dan telah dilaporkan ke posko induk pada pukul 19:00 wita, ” ujar salah satu Aggota Tim Gabungan yang diteruskan oleh Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Thahar. (*)
Diduga Serpihan Pesawat ATR 400 Ditemukan di Puncak Bulu Saraung, Ini Fotonya
Makassar, –Beredar luas video dan foto sejumlah barang yang dinarasikan sebagai serpihan dari pesawat ATR 400 milik maskapai Indonesia Air, Sabtu (17/1/2026) sore.
Foto tersebut dinarasikan diambil di puncak Gunung Bulu Saraung.
Barang yang ditemukan itu diantaranya beberapa lembar kertas berisi prosedur penerbangan hang diawrtai gambar pesawat. Juga terdapat beberapa lembar plat.
Meski demikian belum ada informasi resmi terkait foto yang beredar luas di beberapa group.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, mengtaakan pihaknya turut menrjunkan dukungan jntuk proses pencarian dan evakuasi.
Dia juga mengatakan, BPBD Kota Makassar juga memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik mengacu pada data terverifikasi dari otoritas berwenang, guna menghindari spekulasi yang dapat menimbulkan kepanikan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi. Pemerintah hadir dan bekerja secara terukur, terkoordinasi, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Saat ini, BPBD Kota Makassar terus melakukan koordinasi intensif dengan AirNav Makassar, Basarnas, TNI/Polri, serta BPBD kabupaten/kota terkait, dan siap meningkatkan dukungan sesuai perkembangan situasi di lapangan. (*)
Pesawat ATR 400 Rute Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak
Makassar, –Sebuah pesawat ATR 400 dikabarlan jilang kontak pada Sabtu 17 Januari 2026 pukil 13.17 Wita.
Pesawat milik maskapai Indonesia Air itu dilaporkan hilang kontak saat menuju ke Makassar.
General Manager AIRNAV Makassar, Kristanto kepada wartawan mengatakan hilangnya pesawat diperkirakan di daerah daerah Maros – Pangkep, Sulawesi Selatan pada koordinat 0457’08” S 11942’54”E
Rute jogja menuju Makassar.
Berdasarkan laporan manifes, jumlah kru pesawat sebanyak 8 orang, dan penumpang 3 orang.
Sementara ini Kansar Makassar dilaporkan telah menggerakkan tim rescue 15 personel dengan material:
1 Mobil truk personil 1 unit
2. drone 1 unit
3. rescue car 1 unit
Tim Aju dan rekan-rekan sementara menju ke area. Rencana tim start area Leang-leang Maros.
Sementara itu, Kepala Seksi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan mengaku, pihaknya menerima informasi pesawat hilang kontak pada Sabtu (17/1) pukul 13.17 Wita.
“Berdasarkan informasi awal, pesawat hilang kontak di daerah Leang-leang Maros. Kami dan beberapa personel sementara menuju perjalanan ke lokasi,” terangnya sebagaimana dikutip dari fajar.co.id. (*)
Pesawat ATR 400 Rute Jogja–Makassar Hilang Kontak, BPBD Makassar Bergerak Dukung Respons Awal
Makassar — Sebuah pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang melayani penerbangan rute Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak, Sabtu (17/1/2026).
Informasi tersebut diterima BPBD Kota Makassar pada pukul 13.17 WITA dari GM AirNav Makassar, Kristanto. Berdasarkan data awal AirNav, pesawat diperkirakan terakhir berada di wilayah Maros–Pangkep, pada koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Pesawat diketahui membawa 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.
Menindaklanjuti informasi resmi tersebut, BPBD Kota Makassar langsung melakukan respons cepat dengan mengerahkan 10 personel beserta peralatan pendukung sebagai bentuk kesiapsiagaan awal dalam situasi darurat.
Personel dan Peralatan yang Dikerahkan:
• 1 unit mobil rescue
• 1 unit drone untuk pemantauan udara
• 1 unit mobil ambulans
• 5 set peralatan vertical rescue
Kepala BPBD Kota Makassar menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai dukungan kemanusiaan lintas wilayah, meskipun lokasi perkiraan berada di luar wilayah administratif Kota Makassar.
“Dalam kondisi darurat, kami tidak melihat batas wilayah administratif. Ketika ada potensi ancaman keselamatan jiwa, pemerintah daerah harus siap. Makassar menjadi wilayah tujuan penerbangan, sehingga kesiapsiagaan menjadi keharusan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengerahan tim BPBD Makassar dilakukan dalam kerangka respons awal dan dukungan operasional, bukan untuk mengambil alih kewenangan daerah lain maupun mendahului otoritas pencarian dan penyelamatan.
“Seluruh langkah kami tempatkan dalam koordinasi dan komando bersama Basarnas sebagai leading sector. Kami bergerak untuk memastikan sumber daya siap apabila dibutuhkan,” ujarnya.
BPBD Kota Makassar juga memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik mengacu pada data terverifikasi dari otoritas berwenang, guna menghindari spekulasi yang dapat menimbulkan kepanikan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi. Pemerintah hadir dan bekerja secara terukur, terkoordinasi, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Saat ini, BPBD Kota Makassar terus melakukan koordinasi intensif dengan AirNav Makassar, Basarnas, TNI/Polri, serta BPBD kabupaten/kota terkait, dan siap meningkatkan dukungan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan secara berkala kepada publik.




