
MAKASSAR,– Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi membuka Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Angkatan L (50). Kegiatan yang berlangsung secara daring mulai 2 hingga 9 Februari 2026 ini diikuti oleh 145 dosen yang merepresentasikan 80 perguruan tinggi dari 28 provinsi di seluruh Indonesia.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa PEKERTI bukan sekadar prasyarat administratif, melainkan fondasi bagi dosen untuk menjadi pendidik yang sistematis.
- 8.854 Honorer Makassar Jadi PPPK & Ribuan Masuk PJLP
- Munafri Pimpin Rapat Sinergi Pengawasan Keselamatan Transportasi Mudik
- Gubernur Sulsel Dukung Penertiban PKL di Makassar, Ingatkan Masalah Sampah dan Lingkungan
- Munafri-Aliyah Tekankan RKPD 2027 Jadi Instrumen Pembangunan Yang Berdampak Langsung bagi Masyarakat
- JNE Content Competition 2026 Dibuka, Hadiah Ratusan Juta hingga Umrah & Holy Land
Penguatan Tri Dharma di Era Adaptif
Prof. Hambali menekankan bahwa kualitas akademik sebuah kampus sangat bergantung pada kemampuan pedagogik dosennya dalam merancang dan mengevaluasi pembelajaran.
“Dosen harus kompetitif dan adaptif. Pelatihan ini adalah ruang untuk memperkuat kemampuan merancang serta mengevaluasi proses pembelajaran yang bermutu demi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang optimal,” ujar Prof. Hambali.
UMI: Destinasi Utama Pengembangan Dosen Indonesia
Ketua LP2S UMI, Prof. Dr. H. Baharuddin Semmaila, S.E., M.Si., memaparkan data statistik yang impresif mengenai rekam jejak UMI sebagai penyelenggara PEKERTI nasional. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 4.221 dosen dari 957 perguruan tinggi telah mempercayakan pengembangan kompetensinya di UMI.
“Di tengah adanya 59 perguruan tinggi penyelenggara resmi di Indonesia, kepercayaan dari 80 kampus di 28 provinsi pada angkatan ke-50 ini menegaskan posisi UMI sebagai institusi yang unggul dan terpercaya dalam pengembangan SDM dosen,” ungkap Prof. Bahar.
3 Kompetensi Utama yang Wajib Dikuasai Peserta
Pelatihan selama delapan hari ini fokus pada tiga luaran (output) utama yang harus dikuasai oleh setiap peserta:
- Desain Instruksional: Kemampuan menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sistematis.
- Praktik Mengajar: Mendemonstrasikan metode pembelajaran melalui microteaching yang sesuai dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).
- Evaluasi Terukur: Kemampuan mengukur CPMK dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara akurat.
Prof. Bahar menambahkan bahwa kompetensi ini adalah syarat mutlak bagi dosen profesional, terutama dalam pengurusan Sertifikasi Dosen (Serdos). (*)






