
Morowali, – Suasana Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili terasa begitu berbeda di tengah hiruk-pikuk kawasan industri. Jumat malam (13/2/2026), kawasan Indonesia Huabao Industrial Park di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, bertransformasi menjadi panggung megah peradaban.
Ribuan karyawan padati Lapangan Sport Center Huabao Indonesia untuk menyaksikan gelaran Festival Imlek Huabao 2026 yang mengusung tema “Hipnotis Karyawan dengan 15 Pertunjukan Seni Budaya Antar Bangsa.”
Festival yang digelar untuk keempat kalinya secara terpusat ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah simfoni budaya yang memadukan tradisi Tionghoa dengan semangat kebersamaan di lingkungan industri.
Sejak sore hari, kawasan pabrik yang biasanya identik dengan mesin-mesin produksi itu berubah menjadi ruang publik yang semarak. Ornamen khas Imlek berwarna emas dan merah menghiasi setiap sudut, menjadi latar favorit para karyawan untuk berswafoto bersama rekan kerja.
Manajemen Huabao Indonesia sengaja menghadirkan konsep open-air entertainment atau hiburan terbuka untuk mencairkan kebekuan antara rutinitas kerja dan relaksasi.
“Perayaan ini tidak hanya menekankan hiburan, tetapi juga kepedulian terhadap budaya kerja yang positif. Sehingga produktivitas kerja tetap terjaga dan bisa lebih solid di tahun ini,” ujar Alim Hendra, Manager External Huabao Indonesia, di sela-sela acara.
Malam yang Menghipnotis: Dari Tarian Modern hingga Musik Rohani
Panggung utama festival menjadi saksi kolaborasi apik antara karyawan dan masyarakat sekitar. Sebanyak 15 pertunjukan sukses “menghipnotis” para penonton yang hadir. Penampilan pembuka dari grup band internal karyawan, The Wayfearers, langsung menyedot perhatian saat membawakan lagu berjudul “Tabolabale,” sebuah lagu rohani yang populer di kalangan karyawan nusantara, menciptakan harmoni spiritual di tengah keragaman.
Puncak kemeriahan terjadi saat delapan tarian spektakuler dari berbagai departemen perusahaan ditampilkan. Gerakan dinamis perpaduan budaya Timur dan modernitas industri tersaji apik di atas panggung.
Momen paling mengharukan sekaligus mengundang decak kagum adalah saat anak-anak TK dari sekolah binaan Huabao Indonesia, yakni TK Assyafa Topogaro, unjuk kebolehan dengan tarian modern. Kelucuan dan keberanian anak-anak desa lingkar industri ini berhasil menciptakan interaksi emosional dengan ribuan buruh yang menjadi penonton.
Semangat tahun ini adalah Tahun Kuda Api, yang menurut manajemen melambangkan energi, kecepatan, dan keberuntungan. “Kami berharap dengan semangat Kuda Api, manajemen dan seluruh karyawan dapat menjalani tahun 2026 ini dengan penuh keberuntungan, kenyamanan, keamanan, dan kebahagiaan,” tambah Alim.
Sinergi Industri dan Masyarakat
Tidak hanya melibatkan karyawan, festival ini juga menjadi ajang silaturahmi akbar antara korporasi dan pemangku kepentingan lokal. Hadir sebagai tamu undangan, para Kepala Desa lingkar industri, Camat Bungku Barat, Camat Bumi Raya, serta sejumlah pejabat Pemerintah Daerah. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh terhadap iklim investasi yang harmonis di Morowali.
Sebagai wujud apresiasi, manajemen Huabao Indonesia juga membagikan ribuan bingkisan Lebaran Imlek kepada seluruh karyawan yang bertugas di kawasan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer kerja yang kolaboratif, komunikatif, dan penuh semangat tim. (*)





