
Makassar, – Bank Mandiri menggelar kegiatan donor darah massal di Makassar sebagai bagian dari program Mandiri Donor Darah bertema “Berbagi Kebaikan untuk Sesama”. Kegiatan yang berlangsung di lebih dari 10 kota dan kabupaten ini secara nasional melibatkan 2.800 pendonor.
Regional CEO Bank Mandiri Region X/Sulawesi & Maluku, Nunung Andreas Wisnu P, menyampaikan bahwa donor darah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar kesehatan.
“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan yang sederhana namun memiliki dampak besar. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di wilayah Region X/Sulawesi & Maluku sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial,” ujar Nunung dalam keterangan resminya, Kamis (16/4).
Pelaksanaan donor darah di Makassar tidak hanya melibatkan karyawan Bank Mandiri, tetapi juga masyarakat umum di sekitar wilayah operasional. Bank Mandiri berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri mengambil langkah proaktif untuk menjawab kebutuhan ketersediaan darah di Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung penguatan ketahanan sektor kesehatan nasional.
Para peserta donor darah sebelumnya telah melalui tahapan registrasi serta pemeriksaan kesehatan oleh tim medis untuk memastikan kondisi fisik yang memenuhi syarat. Proses ini dilakukan guna menjamin kenyamanan seluruh pendonor selama kegiatan berlangsung.
Program Mandiri Donor Darah merupakan bagian dari agenda rutin TJSL Bank Mandiri yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah operasional. Ke depan, perseroan berkomitmen untuk menjaga kesinambungan program kemanusiaan ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara konsisten oleh masyarakat.
“Bank Mandiri optimistis bahwa sinergi antara perusahaan, lembaga kesehatan, dan masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan sektor kesehatan nasional,” pungkas Nunung.






