MaRI Bertransformasi
MAKASSAR,— Denyut nadi perekonomian Kota Makassar kembali menunjukkan geliat agresifnya di sektor properti dan investasi. Sebuah babak baru dimulai dengan seremoni groundbreaking pengembangan Mal Ratu Indah (MRI), yang bertransformasi dari pusat perbelanjaan konvensional menjadi kawasan mixed-use modern berskala besar. Proyek yang digadang-gadang menjadi simbol pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur ini resmi dimulai pada Selasa (28/4/2026).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), secara langsung memimpin seremoni tersebut. Dalam sambutannya, ia menggambarkan proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah lompatan strategis yang menjawab kebutuhan sebuah kota metropolitan yang kian dinamis.
Mengawinkan Nostalgia dan Modernitas
Appi menyoroti sejarah panjang Mal Ratu Indah sebagai salah satu pusat perbelanjaan pertama dan ikon kebanggaan warga Makassar di era 90-an. Kini, dengan luas lahan strategis mencapai 3 hektare, revitalisasi ini dinilai sebagai langkah jitu untuk menghidupkan kembali romantisme masa lalu dengan wajah modern yang futuristik.
“Hari ini kita menyaksikan sebuah lompatan peradaban di Kota Makassar. Proyek ini bukan sekadar membangun mal baru, tetapi mengawinkan sejarah ikonik kota ini dengan konsep mixed-use masa depan yang mengintegrasikan ruang ekonomi, sosial, dan gaya hidup,” ujar Appi di lokasi acara.
Visi Makassar MULIA dan Ledakan Jumlah Penduduk Siang Hari
Dalam paparannya, Wali Kota Munafri menekankan bahwa pengembangan kawasan ini selaras dengan visi besar Makassar MULIA (Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan). Ia memaparkan sebuah fakta demografis yang mencengangkan: populasi Kota Makassar melonjak drastis dari 1,4 juta jiwa pada malam hari menjadi hampir 2 juta jiwa di siang hari akibat mobilitas pekerja komuter dari daerah sekitar.
“Kondisi ini menunjukkan Makassar adalah kota yang super dinamis. Kehadiran kawasan mixed-use ini adalah jawaban konkret atas kebutuhan ruang interaksi masyarakat, baik untuk berbelanja, berbisnis, maupun berekreasi tanpa harus terhambat kemacetan karena semuanya terintegrasi,” tegas Appi.
Investasi Rp5,29 Triliun dan Jaminan Perizinan Transparan
Keyakinan tersebut diperkuat oleh realisasi investasi di Kota Makassar yang mencapai Rp5,29 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh 38,48% dari tahun sebelumnya. Sektor properti, kawasan industri, dan perdagangan menjadi kontributor dominan. Appi menegaskan bahwa proyek MRI ini adalah wujud sinergi positif antara pemerintah dan swasta, dalam hal ini Kalla Group, yang terus menunjukkan kepercayaan terhadap iklim investasi lokal.
Guna memastikan proyek strategis ini berjalan sesuai target, Appi menjamin kemudahan dan transparansi perizinan. Ia menegaskan sistem perizinan satu pintu yang diterapkan Pemkot Makassar steril dari praktik percaloan.
“Kami pastikan prosesnya bersih dan profesional. Tidak ada ruang bagi calo. Ini adalah komitmen kami untuk mempercepat pembangunan demi membuka lapangan kerja bagi puluhan ribu warga Makassar,” tegasnya.
Keberpihakan pada UMKM Lokal
Lebih lanjut, Munafri menitipkan pesan khusus kepada pengembang. Ia mendorong agar kawasan modern ini tidak eksklusif bagi jenama global, tetapi juga menyediakan ruang inklusif bagi UMKM lokal Makassar untuk berkembang dan naik kelas.
“Ini minimal harus ada ruang bagi UMKM kita. Mereka harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi modern ini, bukan sekadar penonton,” tambahnya.
Proyek ini merupakan transformasi dari pusat perbelanjaan legendaris menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan pusat ritel modern, area perkantoran, dan fasilitas penunjang lainnya di atas lahan 3 hektare. Proyek ini dijadwalkan menjadi destinasi baru yang mendongkrak posisi Makassar sebagai kota berdaya saing global.





