
Jakarta, –Menjawab kebutuhan pembelajaran yang lebih adaptif di era digital, Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bersama Mentari Groups (PT Mentari Books Indonesia) menyelenggarakan webinar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026. Webinar ini mengangkat tema “Guru sebagai EduCreator: Peran Pendidik sebagai Fasilitator, Mentor, dan Motivator di Era Society 5.0”. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom pada Sabtu (2/5) dan diikuti oleh 212 tenaga pendidik dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.
Webinar ini membahas perubahan peran guru di tengah perkembangan teknologi digital. Dalam konteks Society 5.0, guru tidak lagi hanya mengajar di kelas, tetapi juga mulai mengembangkan peran sebagai kreator konten edukatif (EduCreator) melalui platform digital.
Founder KGSB, Ruth Andriani, dalam sambutannya menekankan bahwa perubahan lanskap pendidikan di era digital menuntut guru untuk terus beradaptasi dan mengembangkan kapasitas diri. Hal ini sejalan dengan semangat KGSB sebagai ruang berbagi dan penguatan sesama pendidik.
“Peran guru hari ini tidak cukup hanya mengajar. Guru juga perlu hadir sebagai fasilitator pembelajaran, mentor dalam membimbing proses berpikir, sekaligus motivator bagi peserta didik. Di era digital, peran sebagai EduCreator menjadi salah satu cara bagi guru untuk berbagi pembelajaran dan menjangkau lebih luas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa transformasi ini tidak hanya tentang penguasaan teknologi, tetapi juga cara guru memaknai proses belajar. Dalam peran sebagai EduCreator, guru juga menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, penting bagi guru untuk memahami tujuan pembelajaran yang ingin disampaikan serta tetap peka terhadap kebutuhan peserta didik agar konten yang dibuat relevan dan mudah dipahami.
Sementara itu, Bunga Mega, Head of Marketing Communications Mentari Groups, menjelaskan bahwa perubahan cara belajar di era digital turut mendorong berkembangnya peran guru, termasuk sebagai EduCreator.
“Di era digital, peran guru tidak lagi terbatas di ruang kelas. Guru juga mulai memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan pembelajaran secara lebih kreatif dan relevan,” jelasnya.
Menurutnya, konten edukatif yang dikemas dengan pendekatan yang tepat tidak hanya membantu pemahaman materi, tetapi juga berperan dalam membentuk cara berpikir dan karakter peserta didik.
Melengkapi perspektif strategis tersebut, sesi kedua menghadirkan EduCreator Fikri Suhardi, yang membagikan pendekatan praktis dalam membangun konten edukatif. Ia mengulas proses mulai dari menemukan niche, mengembangkan ide, hingga mendistribusikan konten secara efektif di platform digital.
“Saat mulai menjadi EduCreator, yang paling penting adalah menentukan fokus atau niche terlebih dahulu. Dari situ, kita bisa lebih mudah mengembangkan ide dan menyampaikan pesan yang jelas. Prosesnya memang tidak instan, perlu konsistensi dan evaluasi agar konten yang dibuat tetap relevan dan berdampak,” ujar Fikri.
Tambahan perspektif praktis ini memberikan gambaran utuh bahwa menjadi EduCreator bukan sekadar tren, melainkan sebuah proses yang membutuhkan strategi, konsistensi, dan refleksi diri. Peserta diajak untuk tidak hanya fokus pada aspek teknis pembuatan konten, tetapi juga pada kejelasan tujuan dan dampak yang ingin dihasilkan.
Diskusi interaktif yang berlangsung dalam sesi tanya jawab menunjukkan antusiasme peserta terhadap topik ini. Banyak guru yang mulai melihat peluang untuk memperluas dampak pembelajaran melalui media digital, sekaligus menyadari pentingnya peningkatan kompetensi literasi digital.
Kolaborasi antara KGSB dan Mentari Groups dalam webinar ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih luas antar pemangku kepentingan pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ruang diskusi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas guru di era digital.
Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional, pesan yang mengemuka dari webinar ini adalah bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dihindari. Guru sebagai EduCreator menjadi representasi dari pendidik masa depan. Yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi, menjangkau, dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi generasi penerus bangsa. (*)



