
MAKASSAR – Upaya pencarian Tim SAR Gabungan terhadap seorang buruh bangunan yang dilaporkan hilang di Kanal Pampang, Kecamatan Panakkukang, berakhir duka. Korban bernama Omah (25) ditemukan dalam kondisi Meninggal Dunia (MD) pada Rabu sore (20/5/2026), setelah dua hari dinyatakan hilang tenggelam.
Menurut Kepala BPBD Makassar, Fadli Thahar, jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.45 WITA dalam radius 85 meter dari lokasi awal ia dilaporkan melompat ke kanal. Operasi SAR yang melibatkan BPBD Makassar, Basarnas, TNI, Polri, Damkar, serta relawan potensi SAR ini akhirnya membuahkan hasil di hari kedua pencarian.
Berdasarkan data asesmen awal yang diterima tim liputan, peristiwa nahas ini bermula pada Selasa malam, 19 Mei 2026, sekitar pukul 19.00 WITA. Sakir (25), Rehan (22), Rapli (17), dan Omah (korban) diketahui berkumpul dan mengonsumsi minuman keras (miras) di area dekat Jl. Inspeksi Kanal 2, Kelurahan Pampang.
Dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol, korban bersama tiga rekannya nekat melompat ke aliran kanal dengan alasan merasa gerah. Nahas, hanya tiga orang berhasil menyelamatkan diri atau ditolong, sementara Omah lenyap ditelan derasnya arus kanal.
“Arus di kanal saat kejadian cukup deras. Kami menurunkan personel menyisir dari titik awal hingga radius puluhan meter. Beruntung di hari kedua, jasad korban berhasil ditemukan meski harus menghadapi tantangan jarak hanyut yang cukup jauh,” ujar Fadli, Sekretaris Dinas Kebudayaan Makassar yang turut memberikan data kebencanaan kepada media.
Tiga Selamat, Satu Tewas
Adapun tiga rekan korban yang selamat dalam insiden tersebut adalah:
- Sakir (25), mantan petugas kebersihan.
- Rehan (22), pengantar galon.
- Rapli (17), pengantar galon.
Ketiganya diketahui merupakan warga yang tinggal di sekitar Jl. Inspeksi Kanal 2, Panaikang. Pasca-kejadian, tim kesehatan melakukan penanganan psikis terhadap para korban selamat yang masih syok.
Evakuasi dan Kendala
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim TRC Delta Regu 3 Posko Mulia BPBD Makassar yang memimpin koordinasi lapangan harus bekerja keras melawan arus. Berdasarkan laporan, meskipun cuaca cerah dan akses lokasi bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat, kecepatan arus menjadi kendala utama yang membuat korban hanyut hingga 85 meter dari lokasi jatuh.
Jenazah Omah langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk penanganan lebih lanjut.
Insiden ini menjadi alarm keras bagi warga Makassar, khususnya yang bermukim di bantaran kanal. Pemerintah setempat melalui BPBD mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di area perairan, terutama saat kesadaran menurun akibat pengaruh miras. “Kami turut berduka, ini menjadi pelajaran berharga. Air dan alkohol adalah kombinasi yang sangat mematikan,” tambah petugas.
Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR resmi ditutup dan korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. (*)



