Makassar — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar menjadi motor penggerak dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Makassar.

Melalui Rapat Aksi Konvergensi yang digelar di Balaikota Makassar, DPPKB memimpin evaluasi laporan semester pertama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan merumuskan langkah baru untuk semester kedua.
Plt Kepala DPPKB Makassar menekankan pentingnya peran evaluasi dalam mengukur efektivitas program.
“Evaluasi ini bukan hanya untuk melihat apa yang sudah dicapai, tetapi juga untuk mengidentifikasi hambatan yang masih ada. Dari sini, kita bisa menentukan langkah berikutnya yang lebih efektif,” ungkapnya.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan capaian dalam beberapa aspek, seperti penyuluhan gizi kepada ibu hamil dan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak balita. Namun, laporan juga mencatat tantangan berupa distribusi program yang belum merata dan rendahnya akses air bersih di beberapa wilayah pinggiran.
Sebagai tindak lanjut, DPPKB merumuskan beberapa strategi baru, termasuk:
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu: Melatih kader untuk mendeteksi stunting sejak dini dan memberikan edukasi kepada keluarga.
Penguatan Kerja Sama dengan Dunia Usaha: Melibatkan sektor swasta dalam pendanaan program penyediaan makanan tambahan dan perbaikan sanitasi.
Pemanfaatan Teknologi Informasi: Menggunakan aplikasi berbasis digital untuk melacak pertumbuhan anak dan memberikan informasi gizi kepada masyarakat.
Selain itu, DPPKB juga menggandeng Kementerian Agama Kota Makassar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pendekatan berbasis nilai agama.
Dengan langkah-langkah tersebut, Plt Kepala DPPKB Makassar optimistis target penurunan angka stunting dapat tercapai. “Kami tidak akan berhenti sampai anak-anak di Kota Makassar benar-benar bebas dari ancaman stunting. Ini adalah investasi besar untuk masa depan generasi kita,” tuturnya.
Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pihak yang terlibat. DPPKB berharap kolaborasi lintas sektor yang semakin solid akan membawa perubahan signifikan dalam upaya menciptakan generasi Makassar yang sehat dan berkualitas. (*)