Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar acara silaturahmi dan dialog terbuka dengan tokoh lintas agama, pimpinan partai politik (parpol), serikat buruh, serta organisasi kepemudaan lintas iman di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (1/9/2025). Pertemuan ini digelar sebagai wujud komitmen Presiden dalam merawat persatuan bangsa dan mendengarkan aspirasi berbagai elemen masyarakat secara langsung.
Dalam suasana yang akrab dan penuh keterbukaan, Presiden Prabowo memberikan kesempatan kepada setiap perwakilan untuk menyampaikan pandangan serta harapan mereka mengenai berbagai isu nasional dan global. Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, mencerminkan keberagaman dalam kehidupan berbangsa.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya dialog ini. Menurutnya, acara ini tidak hanya menjadi saluran bagi suara rakyat tetapi juga menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo untuk mendengar dan merespons berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jacky Manuputty, menggambarkan pertemuan tersebut berlangsung dalam nuansa keguyuban dan keterbukaan. Ia berharap agar model dialog yang hangat dan egaliter ini dapat diadopsi hingga ke tingkat daerah untuk memperkuat kembali persatuan dan kesatuan bangsa.
- Pelantikan Pengurus IKA FSIKP UMI 2026-2031 Jadi Momentum Penguatan Jaringan Alumni dan Kontribusi untuk Almamater
- Muhsin Palinrungi, Direktur Ekrap IKN Pimpin IKA FSIKP UMI
- Menenun Karya di Era Algoritma: Revitalisasi Peran Alumni Sastra, Komunikasi, dan Ilmu Pendidikan di Tengah Krisis Global
- LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 3,50%
- Warga Mengeluh, Satgas Rappocini Langsung Turun Langsung Bersihkan Kawasan Bawah Tol Pettarani
Dari unsur serikat buruh, kehadiran Andi Gani Nena Wea selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Said Iqbal dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) turut menyemarakkan dialog. Andi Gani menyatakan komitmen penuh kaum buruh untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo. Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden berkomitmen untuk mempercepat pembahasan RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan.
Senada dengan hal tersebut, Said Iqbal menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi, termasuk hak untuk melakukan demonstrasi sebagai saluran aspirasi rakyat kecil. Ia menegaskan bahwa aksi unjuk rasa harus dilaksanakan secara konstitusional dan bebas dari kekerasan. Pandangan ini mendapatkan respons positif dari Presiden Prabowo.

Silaturahmi ini ditutup dengan kesepahaman bersama untuk terus menjaga komunikasi dan kerja sama guna memajukan bangsa dan negara dalam semangat persatuan. (*)




