Jakarta,–-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara resmi pamit dari staf Kemenkeu RI, Selasa (9/9/2025) hari ini. Dalam pidatonya, ia tidak hanya mengucapkan terima kasih tetapi juga menyampaikan permintaan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan selama menjalankan amanahnya.
Pidato yang emosional dan reflektif itu menutup periode panjangnya memimpin Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui berbagai tantangan kompleks, dari teknologi digital, persoalan struktural, hingga dinamika politik.
“Tiada gading yang tidak retak, tiada manusia yang sempurna. Pasti dalam menjalankan amanah ada kekurangan, ada kekhilafan. Untuk itu, saya dengan rendah hati mohon maaf,” ujar Sri Mulyani.
- APPI Geram Ada ASN Santai dan Merokok di Saat Jam Kerja
- Proyek RISE Jadi Andalan Makassar Atasi Sanitasi dan Banjir Perkotaan
- KPK Dalami Dugaan Aliran Dana ke Politisi PDIP
- Atasi Krisis Air Bersih di Buloa, BPBD Makassar Gandeng Yonsipur Kodam XIV/Hasanuddin
- Golkar Lutra Merapat, Appi Kantongi Dukungan 20 DPD
Sebelumnya, Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh pihak, mulai dari jajaran internal Kemenkeu, rekan-rekan di kabinet, legislatif, yudikatif, dunia usaha, media, akademisi, hingga masyarakat luas. Ia mengapresiasi segala bentuk kerjasama, dukungan, masukan, dan bahkan kritikan membangun yang diterimanya.
“Kritikan yang membangun diberikan kepada saya dan kepada Kementerian Keuangan, sehingga kita terus dapat memperbaiki kebijakan, regulasi, dan respon Kementerian Keuangan di dalam menjalankan tugas negara,” tuturnya.
Sri Mulyani juga menyampaikan selamat dan ucapan sukses kepada penerusnya, Purbaya. Ia berpesan agar jajaran Kemenkeu terus menjaga institusi tersebut sebagai pilar stabilitas dan instrumen penting untuk mewujudkan keadilan sosial.

“Selamat mengemban amanat dan tanggung jawab yang sangat penting, yaitu mengelola dan menjaga keuangan negara dan memimpin Kementerian Keuangan. Semoga Pak purbaya diberikan kemudahan dan sukses,” pesannya.
Ia juga berpesan kepada seluruh anak buahnya untuk terus bekerja dengan amanah, profesional, kompeten, dan menjaga selalu integritas.
Di akhir pidato, Sri Mulyani menyatakan pamit undur diri dan memohon untuk dihormati ruang pribadinya sebagai warga negara biasa. Pesan penutupnya singkat namun penuh makna: “Jangan pernah lelah mencintai Indonesia.”