Mengunjungi Kota Makassar takkan lengkap jika tak menikmati kuliner khas satu ini. Coto Makassar namanya.
Coto Makassar adalah salah satu kuliner khas dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang dikenal dengan kelezatan dan kekhasan cita rasanya. Coto ini berupa sup daging sapi yang dimasak dengan berbagai rempah-rempah tradisional.
Sangat mudah untuk menemukan warung coto di Makassar. Hampir di setiap ruasnjalan utama di Kota Makassar terdapat warung yang menjual kuliner khas ini.
Bentuk warungnya mulai dari warung pinggir jalan yang berupa gerobak dan tenda serta kursi panjang dan meja panjang, hingga yang berjalan di ruko-ruko dan berskala restoran.
Masing-masing warung coto memiliki kekhasan cita rasa tersendiri. Namun ada Dua varian yang dominan dapat ditemukan, yaitu Coto Makassar kuah putih atau biasa juga disebut dengan Coto Maros dan Coto Makassar berkuah gelap.
Dua-duanya enak.
Ada beberapa warung coto yang sudah populer, yaitu Coto Gagak, Coto Nusantara, Coto Paraikatte, Coto Begadang Flyover, Coto Abdesir, Coto Abah, Coto Dewi, dan Coto Karuwisi.
Mengenai harga, tarif per mangkuknya sangat bervariasi. Mulai dari kisaran Rp15.000 hingga Rp25.000 per mangkuk.
Ciri Khas Coto Makassar
1. Bumbu Khas: Coto Makassar menggunakan bumbu yang sangat kaya, terdiri dari rempah-rempah seperti ketumbar, jinten, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, dan kacang tanah yang telah digiling halus. Bumbu kacang inilah yang memberikan cita rasa unik pada coto, berbeda dari sup atau soto pada umumnya.
2. Kuah Kental: Salah satu yang membedakan Coto Makassar dari soto-soto lainnya adalah kuahnya yang kental dan gurih. Kuah ini dimasak dengan menggunakan air rebusan daging yang telah dicampur bumbu-bumbu tadi sehingga rasa daging dan rempah berpadu sempurna.
3. Isian Daging: Daging yang digunakan biasanya adalah daging sapi, dan sering kali ditambahkan bagian jeroan seperti hati, babat, dan paru. Sebelum dihidangkan, daging dan jeroan dipotong-potong kecil.
4. Penyajian: Coto Makassar disajikan dalam mangkuk kecil dengan tambahan daun bawang dan bawang goreng untuk memperkaya rasa. Biasanya, coto disajikan bersama ketupat atau burasa, yaitu sejenis ketupat yang dibungkus dengan daun pisang dan direbus dalam santan.
5. Sambal Tauco: Coto Makassar juga sering disajikan dengan sambal tauco sebagai pelengkap. Sambal ini terbuat dari tauco (kacang kedelai fermentasi), cabai, dan bumbu lainnya yang menambah sensasi pedas dan gurih.
Filosofi dan Makna Sosial
Coto Makassar tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna sosial yang mendalam di kalangan masyarakat Makassar. Hidangan ini sering disajikan pada acara-acara penting, seperti pertemuan keluarga, acara adat, dan perayaan tertentu. Membuat Coto Makassar juga merupakan seni memasak yang diwariskan turun-temurun, sehingga setiap keluarga memiliki resep khasnya masing-masing.
Jika berkunjung ke Makassar, mencicipi Coto Makassar bisa menjadi salah satu cara untuk mengenal lebih dekat budaya kuliner Sulawesi Selatan. (Artikel ini diperkaya oleh AI)