MAROS,–Warga Royal Sentraland Maros mempertanyakan jaminan keamanan komplek perumahan. Pasalnya telah terjadi sejumlah aksi pencurian diperumahan ini tanpa ada solusi.
Aksi pencurian bahkan berulang beberapa kali dan hingga saat ini pelakunya belum terungkap.
Berdasarkan catatan warga, sejumlah peristiwa pencurian di kawasan Perumahan Royal Sentraland terjadi sejak Agustus 2023 dan berulang hingga beberapa tahun berikutnya.
Beberapa peristiwa pencurian di Perumahan Sentraland Maros:
1. Minggu (6/8/2023) sekitar pukul 03.00 WITA. Seorang warga bernama Haslipa, yang diketahui merupakan Ketua KPU Enrekang, dilaporkan mengalami kerugian sekitar Rp6 juta. Sejumlah barang pribadi berupa jam tangan dan mukena diduga raib dicuri dari kediamannya.
2. Pencurian kembali terjadi pada Senin malam (23/10/2023). Kali ini, rumah seorang pegawai kantor Samsat bernama Tahir diduga menjadi sasaran. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan uang tunai sekitar Rp4 juta serta beberapa dokumen BPKB mobil.
3. Pada 29 Oktober 2023, salah seorang warga kembali melaporkan kehilangan perangkat modem wifi. Namun, untuk kejadian ini korban memilih tidak melanjutkan laporan ke pihak kepolisian.
4. Pencurian kembali tercatat pada 31 Maret 2024.
5. Hal serupa berlanjut pada 1 April 2025, ketika seorang warga bernama Humairah kehilangan emas seberat 10 gram beserta sejumlah uang tunai dari rumahnya.
6. Kasus serupa berlanjut pada Jumat (20/6/2025) sekitar pukul 01.00 WITA. Seorang warga bernama Kasmuna dilaporkan kehilangan uang tunai senilai Rp12,5 juta.
7. Kasus pencurian kembali terjadi. Pada Senin (4/8/2025) sekitar pukul 14.00 WITA, warga bernama Arnold Gusrenolf menjadi korban. Ia kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3 warna biru dengan nomor polisi DP 3941 J. Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp9 juta.
- Royal Sentraland Maros Berkali-kali Distroni Maling, Pengelola Dipertanyakan
- Djony Bunarto Tjondro: Desa Sejahtera Astra Perkuat Kemandirian Batik Masyarakat Singkawang
- BPBD Makassar Salurkan Bantuan Darurat ke Korban Kebakaran di Somba Opu
- APPI Geram Ada ASN Santai dan Merokok di Saat Jam Kerja
- Proyek RISE Jadi Andalan Makassar Atasi Sanitasi dan Banjir Perkotaan
Maraknya pencurian diperumahan ini membuat warga Perumahan Royal Sentraland meminta pertanggungjawaban pihak pengembang.
Puluhan perwakilan warga mendatangi kantor pengembang pada Jumat (16/8/2025) lalu, guna mendesak adanya solusi konkret agar peristiwa serupa tidak terus berulang.
Teranyar, terdapat dua kasus pencurian sepeda motor yang terjadi dalam kurun waktu 10 hari terakhir di kawasan Perumahan Royal Sentraland.
Manager Pengelola Royal Sentraland, Mohammad Syaiful, yang dikonfirmasi mengenai peristiwa ini belum memberikan keterangan.
Kapolsek Moncongloe, Ipda Ramadhan Tabahrudin yang dihubungi wartawan, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan petunjuk awal.
Termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) yang sempat merekam pergerakan pelaku di sekitar lokasi kejadian.
“Itu masih pendalaman, mengidentifikasi CCTV yang sempat tertangkap di jalanan,” ujar Ramadhan sebagaimana dikutip dari fajar.co.id, Selasa (13/1/2026).
Namun demikian, upaya tersebut masih menemui kendala. Rekaman CCTV yang ada belum cukup jelas untuk mengungkap identitas pelaku.
“Karena buram, jadi belum mengidentifikasi wajah pelaku. Sementara pendalaman anggota,” sebutnya.
Minimnya saksi di lokasi kejadian juga menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian.
Kata Ramadhan, hingga kini belum ada warga yang bisa memberikan keterangan kunci terkait pelaku pencurian.
“Seandainya ada saksi yang melihat, mengenali, sudah lama kita tangkap. Minim saksi di sana,” ungkapnya.
Terkait dugaan apakah pelaku merupakan orang yang sama dengan kasus pencurian sebelumnya sejak 2023, Ramadhan menegaskan pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut.
Ia menyebut, kuat dugaan pelaku berasal dari luar wilayah Moncongloe.
“Memang orang luar yah yang masuk ke dalam,” terangnya.
Ia juga menyinggung akses keluar-masuk wilayah Moncongloe yang relatif terbuka dari berbagai arah, mulai dari Gowa, Makassar, BTP hingga Daya, sehingga memudahkan mobilitas pelaku kejahatan.
“Segitu gampangnya akses masuk ke Moncongloe. Mulai dari arah Gowa, Makassar, BTP, Daya,” jelasnya.
Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan apakah kasus pencurian tersebut dilakukan oleh pelaku yang sama atau merupakan bagian dari sindikat tertentu.
“Kami belum identifikasi bahwa apakah orang yang sama atau sindikatnya mereka, kami masih dalami,” tandasnya.
Ramadhan menegaskan, pengungkapan kasus ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi jajarannya.
Ia berharap dalam waktu dekat ditemukan petunjuk yang mengarah langsung kepada pelaku.
“Semoga kami bisa ada petunjuk yang mengarah ke pelaku. Supaya kami bisa ungkap sampai ke akar-akarnya. Ini juga menjadi PR kami,” tegasnya. (*)