Makan ikan bakar adalah salah satu kegiatan yang harus dinikmati ketika berkunjung ke Makassar.
Di kota ini cukup banyak pilihan tempat makan yang menawarkan menu ikan bakar.
Anda bisa memilih, di restoran mahal atau rumah makan pinggir jalan.
Kalau memilih restoran, ada banyak pilihan tempatnya. Sebut RM lae-lae, RM Ratu Gurih, RM Apong, RM Paotere, RM New Dinar, RM Nelayan dll.
Dijamin ikan bakarnya nikmat. Segar. Dan tentunya masing-masing punya sambel khas yang membuat ketagihan.
Di restauran itu, tentu tarifnya lebih mahal. Standar restoran lah. Begitu pula dengan pelayanannya.
Untuk opsi kedua, makan ikan di rumah makan pinggir jalan bisa jadi alternatif.
Pilihan ini bukan hanya sekadar harganya yang ramah di kantong, tetapi juga kadang memiliki cita rasa yang lebih dibandingkan tempat-tempat yang saya sebut di atas.
Kadang rumah makan ini tak punya plang nama. Tapi yang mengetahui tempat ini tak sedikit.
Salah satunya RM Sampeang. Tempatnya tak jauh dari perempatan atau persimpangan flyover Pettarani dan tol.
Tempatnya tersembunyi. Di balik kantor sementara kontraktor pembangun flyover pettarani tahap kedua.

Sekitar 30 meter dari lampu merah. Terdapat lorong kecil yang hanya bisa dilalui motor. Masuk ke dalam lorong itu sekitar 20 meter. RM Sampeang berada di ujung jalan. Di sebelah kanan.
Cukup mudah untuk mengetahuinya. Lihat saja bumbungan asap yang keluar dari pembakaran ikan. Bisa terlihat dari ujung jalan ketika memasuki lorong itu.
Tempatnya sangat sederhana. Jangan bayangkan rumah makan seperti yang saya sebut di atas. Jauh. Sangat jauh. Bahkan mungkin tak layak disebut rumah makan.
Tempat itu tak luas. Lebarnya sekitar 7 meter. Bagian depannya tak memiliki dinding. Pembakaran ikan berada pada bagian depan. Tempat ini sebenarnya teras sebuah rumah sederhana. Atapnya diperpanjang hingga tepi jalan.
Terdapat enam meja panjang yang sambung menyambung. Kursi yang digunakan pun berupa bangku panjang.
Menu yang ditawarkan di sini hanya dua jenis. Sayur santan dan ikan bakar.
Ikan bakarnya unik. Berbeda dengan di tempat lainnya. Di sini ikan bakarnya tidak utuh per ekor. melainkan berupa potongan-potongan besar.
Ya… karena ikan yang di bakar di Sampeang memang kategori ikan besar. Butuh waktu lama membakarnya.
Ada beragam jenisnya. Seperti Ikan Lamuru, Ikan Tapi-tapi, Ikan Barakuda, Ikan Pari, Ikan Tawassang. Bahkan kalau beruntung kadang juga ada cumi bakar.
Ikan itu dipotong-potong dalam ukuran yang cukup jumbo untuk per porsinya. Lalu dibakar setengah matang.
Ikan-ikan yang sudah dibakar setengah matang itu di simpan dalam wadah besar yang mudah dilihat oleh konsumen.
Pelanggan tinggal tunjuk ikan yang dipilihnya. Lalu pihak rumah makan akan membakarnya kembali supaya dapat dikonsumsi dalam keadaan panas.

Sementara sayurnya sendiri dibuat dari bahan Labu Siam, Kacang Panjang, Wortel, dan Labu. Sayur ini dimasak dengan santan encer. Rasanya gurih.
Selain sayur, ikan bakar dinikmati dengan sepiring nasi dan cocolan sambel dan raccak mangga.
Makan di tempat ini saat siang memuncak, adalah sensasi yang tak ada duanya. Keringat di dahi dan pipi ditambah aroma asap menjadi pengalaman tersendiri menikmati ikan bakar di sini.

Meski tempatnya tersembunyi, namun bagai hidden gem, RM Sampeang selalu ramai dikunjungi. Tak hanya para konsumen yang berkantor sekitar lokasi itu, tetapi juga kadang datang dari wilayah yang jauh.
Penikmatnya juga dari berbagai kalangan, ada pengusaha, PNS, pegawai bank, kontraktor, hingga sales otomotif.
Menariknya, tak jarang kita menemukan konsumen yang terpasa harus melepas seragam atau pakaian kemejanya saat masuk di RM Sampeang. Kadang mereka melepas kemejanya dan menyimpannya dikendaraan.
Sudah dapat dipastikan masuk ke rumah makan ini akan membuat aroma asap menempel di baju yang kita kenakan.
Salah satu tips makan di RM Sampeang, pastikan siap dengan aroma asap. Kalau ingin menghindari aroma asap itu, ya, siapkan baju pengganti atau lepas sekalian kemeja Anda. (*)
