Tragedi Speedboat, Benny Laos Meninggal Saat Akan Kampanye

Calon Gubernur Maluku Utara, Benny Laos, meninggal dunia setelah speedboat yang ditumpanginya mengalami kebakaran di Pelabuhan Regional Bobong, Pulau Taliabu. Benny dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dan berjuang demi kemajuan Maluku Utara.

“Benny Laos benar-benar mencurahkan seluruh hidupnya untuk Maluku Utara,” ujar sahabat dekatnya, Choel Mallarangeng, sebagaimana dikutip dari detik.com pada Sabtu (12/10/2024).

Choel menjelaskan bahwa Benny memiliki visi besar untuk membawa Maluku Utara sejajar dengan provinsi-provinsi maju lainnya di Indonesia. Selama ini, Benny sering menceritakan kepada Choel mengenai impiannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan Maluku Utara.

“Saya sangat paham karena hampir setiap kali kami berbicara, Benny selalu bercerita tentang bagaimana ia ingin membawa Maluku Utara setara dengan provinsi lain di negara ini,” tutur Choel.

Menurut Choel, Benny selalu siap berkorban untuk provinsi ini, termasuk waktu dan sumber dayanya.

“Dan kini, bahkan nyawanya pun ia serahkan,” tambah Choel penuh haru.

Saat ini, tim sukses Benny Laos belum fokus pada agenda politik selanjutnya. Mereka masih dalam suasana berkabung dan sedang mengurus proses evakuasi serta pemakaman Benny.

“Kami saat ini fokus kepada keluarganya dan proses pemakaman yang layak bagi beliau,” kata Choel.

Choel juga menyampaikan bahwa perkembangan terkait agenda politik baru akan dibahas dan diumumkan dalam dua hingga tiga hari ke depan, setelah suasana berkabung lebih tenang. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh partai-partai koalisi yang mendukung Benny.

Sebelumnya diberitakan, Benny Laos meninggal dunia setelah speedboat yang ditumpanginya terbakar pada pukul 14.05 WIT di Pelabuhan Regional Bobong. Saat itu, Benny dan rombongannya sedang dalam perjalanan menuju Desa Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, untuk melakukan kampanye.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Bambang Suharyono, mengonfirmasi bahwa ada 10 orang yang menjadi korban dalam insiden kebakaran tersebut. Dari jumlah tersebut, empat orang telah dibawa ke RSUD Bobong untuk mendapatkan perawatan.

“Data yang kami terima menunjukkan bahwa total ada 10 korban yang telah dievakuasi. Empat orang dirawat di RSUD Bobong, dua orang di Puskesmas Bobong, dan empat lainnya di klinik,” jelas Bambang.

Sementara itu, Iptu Ali Rahman menambahkan bahwa Benny Laos mengalami cedera serius akibat insiden tersebut. Ia mengalami patah tulang dan luka bakar parah.

“Kondisinya cukup parah, dengan luka bakar dan patah kaki,” ungkap Iptu Ali.

Tinggalkan komentar