
Jakarta – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) memberikan perpanjangan waktu finalisasi penginputan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) bagi sekolah yang mengalami keterlambatan.
Perpanjangan ini diberikan agar sekolah-sekolah dapat menyelesaikan pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Berdasarkan keterangan resmi, perpanjangan ini berlangsung selama 9 jam, dimulai pada 7 Februari 2025 pukul 19.00 hingga 8 Februari 2025 pukul 04.00 WIB.
Keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan bagi sekolah yang belum menyelesaikan penginputan data siswa yang akan diusulkan dalam SNBP.

“Jadi ada waktu 9 jam untuk sekolah-sekolah memastikan, memasukkan data anak-anak yang memang akan diusulkan untuk program SNBP SNPMB. Ini semua kami lakukan untuk mengantisipasi adanya keterlambatan dari banyak sekolah, karena memang sekolahnya mungkin belum sempat menginput data dan kami masih memberi peluang kepada mereka supaya nasib anak-anak itu masih bisa kita bantu untuk diperjuangkan,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Dengan adanya perpanjangan ini, diharapkan pihak sekolah dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin agar seluruh siswa yang berhak dapat mengikuti SNBP.
Sebelumnya diberitakan sebanyak 142 siswa SMAN 17 Makassar meradang karena terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Kelalaian sekolah yang tidak memasukkan data siswanya di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) menjadi penyebabnya.
Situasi itu memicu aksi demonstrasi siswa SMAN 17 Makassar di Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) pada Rabu (5/2) pagi.
Siswa yang terdampak menuntut kejelasan akan nasib mereka agar bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur berprestasi.
Operator sekolah dinilai lambat meng-input data siswa hingga luput dari tenggat waktu pada Jumat (31/1).
Kepala SMAN 17 Makassar, Abu Hanafi berdalih keterlambatan pengisian data siswa PPDS juga dipicu keterbatasan tenaga operator cuma satu orang. (*)



