Makassar,--Sempat meninggalkan Gedung DPRD Kota Makassar usai gagal melenggang pada pemilu legislatif (Pileg) 2024, Apiaty Kamaluddin Amin Syam tak pernah membayangkan akan kembali duduk sebagai wakil rakyat.

Kini, takdir politik membawanya pulang ke panggung yang pernah ia isi di kursi DPRD Kota Makassar. Apiaty menggantikan almarhum Ruslan Mahmud melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Fraksi Golkar. Seluruh dokumen telah diproses oleh KPU Makassar dan Pemerintah Kota. Ia hanya tinggal menunggu jadwal pelantikan.
“Alhamdulillah, tiba-tiba Allah beri jalan ini lagi. Kemarin saya sudah ikhlas tidak kembali ke DPRD, karena banyak kesibukan yang saya jalani dengan senang hati. Tapi ternyata, takdir membawa saya kembali ke rumah rakyat,” ucapnya, Minggu (25/5/2025).
Apiaty mengaku sudah menyiapkan diri secara fisik dan mental untuk kembali menjalankan tugas-tugas sebagai wakil rakyat. Menurutnya, menjadi legislator bukan hanya soal jabatan, tapi soal komitmen untuk terus menjadi penyambung suara masyarakat.
“Fisik dulu yang harus disiapkan. Karena tugas anggota dewan itu berat menyuarakan harapan rakyat, mengawasi pemerintah, dan mendorong kesejahteraan,” katanya.
Meski sempat rehat dari parlemen, aktivitas Apiaty tak pernah surut. Ia aktif sebagai fasilitator nasional dalam pelatihan dan orientasi anggota DPRD se-Indonesia Timur, yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri. Ia membantu para anggota legislatif baru memahami fungsi dan kewenangan mereka secara konstitusional.
Tak hanya itu, Apiaty juga merupakan dosen tetap di Universitas Bosowa dan dosen luar biasa di sejumlah perguruan tinggi lainnya di Makassar. Dengan latar belakang akademik sebagai guru besar di bidang Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, ia dikenal luas sebagai sosok yang aktif di dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.Kuliner Khas Makassar
Meski bergelar profesor, Apiaty tetap merendah. Baginya, semua jabatan adalah amanah. Terlebih, kini ia kembali dipercaya duduk sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah.
“DPRD adalah mitra eksekutif. Kita harus jadi pengawas yang kuat agar pemerintahan berjalan dengan transparansi dan akuntabilitas. Kita juga harus tampil sebagai corong rakyat,” ujarnya.
Apiaty yakni istri dari almarhum Mayjen (Purn) HM Amin Syam mantan Gubernur Sulsel akan kembali menukil perjalanannya di panggung politik. Kali ini, dengan semangat baru dan bekal pengalaman panjang.
“Yang saya siapkan kini bukan hanya pengetahuan dan pengalaman, tapi juga hati. Karena tugas wakil rakyat bukan hanya tentang rapat, tapi tentang empati,” tutupnya.(*)
