Pemuda ICMI Sulsel Luncurkan Jurnal dan Aksi Sosial di Milad ke-32: Tegaskan Peran Intelektual Muda untuk Sulsel Berkarakter

Makassar,–Menjelang peringatan Milad ke-32, Pemuda ICMI Sulawesi Selatan menegaskan peranannya sebagai motor intelektual muda dalam pembangunan daerah dengan meluncurkan sejumlah program unggulan, termasuk Jurnal Sinergi Kalam dan agenda sosial-keumatan yang menyasar isu-isu krusial di masyarakat.

Mengusung tema “Sinergi Kepeloporan Pemuda untuk Sulsel Maju dan Berkarakter,” rangkaian kegiatan Milad ini dirancang tak hanya sebagai seremoni, melainkan momentum penguatan kontribusi nyata pemuda ICMI di berbagai sektor. 

Ketua Pemuda ICMI Sulsel, Dr. dr. Alfian Zainuddin menyatakan, pihaknya ingin Milad ini menjadi etalase kerja pemuda berbasis pemikiran, aksi, dan kolaborasi lintas sektor.

Salah satu inisiatif strategis yang diluncurkan adalah Jurnal Pemuda ICMI “Sinergi Kalam”, wadah ilmiah yang memuat gagasan dan kontribusi pemuda dalam pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini diharapkan menjadi referensi pembangunan berbasis intelektualitas dan nilai-nilai Islam.

Selain jurnal, Pemuda ICMI juga merancang berbagai kegiatan sosial dan edukatif, di antaranya:

Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini,

Seminar Masjid “Pemuda Harapan Umat, Peduli Masjid”,

Diskusi Literasi Keuangan “Pandai Kelola Keuangan ala Pemuda ICMI”,

Lomba Video Kreatif “Aksiku Menyambut Indonesia Emas 2045”,

Program Bina Desa “Sinergi Memberdayakan Pemuda”,

Talkshow anti kekerasan seksual di lembaga pendidikan,

Safari silaturahmi dan konsolidasi ke seluruh wilayah Sulsel,

Kunjungan media sebagai bagian dari kampanye keterbukaan dan kolaborasi.

Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025, melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, dan jaringan media sebagai mitra strategis.

Transformasi dari Masika ke Pemuda ICMI

Pemuda ICMI lahir dari transformasi organisasi sebelumnya, Masika ICMI, yang sejak 1993 menjadi wadah intelektual muda ICMI. Berdasarkan hasil Muktamar ICMI 2021, struktur kepemudaan ini resmi diintegrasikan sebagai badan otonom dalam tubuh Majelis Pimpinan Pusat (MPP) ICMI, dan pada 17 September 2022 berganti nama menjadi Pemuda ICMI.

Perubahan nama ini dikukuhkan melalui Munaslub Masika ICMI yang diselenggarakan secara hybrid, dihadiri oleh pengurus pusat dan wilayah. Ketua Umum MPP Pemuda ICMI, Dr. Ismail Rumadan, menyebut langkah ini sebagai bentuk adaptasi organisasi dalam menjawab tantangan zaman secara aktif dan terstruktur.

ICMI dan Legitimasi Badan Otonom

Ketua ICMI Sulsel, Prof. Dr. Arismunandar, menegaskan bahwa Pemuda ICMI adalah satu-satunya badan otonom sah yang mewadahi kepemudaan dalam struktur ICMI. Ia mengingatkan bahwa hanya badan otonom yang diakui dalam AD/ART ICMI yang berhak membawa nama organisasi.

“Badan otonom seperti Pemuda ICMI, Alisa Khadijah, PINBUK, CIDES, dan lainnya dibentuk untuk memperluas dampak ICMI di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Di luar itu, tidak memiliki legitimasi dalam struktur resmi ICMI,” tegas Prof. Aris.

Sinergi dan Kepeloporan: Menuju Sulsel yang Maju

Pemuda ICMI Sulsel kini memantapkan diri sebagai laboratorium kader cendekia muda Islam yang tak hanya berpikir tetapi juga berbuat. Dengan menyatukan kerja intelektual dan aksi sosial, perayaan Milad ke-32 ini diharapkan mampu memperkuat posisi pemuda sebagai agen perubahan Sulsel yang maju dan berkarakter. (*)

Tinggalkan komentar