Pemkot Makassar Salurkan Bantuan Pangan ke Kecamatan Sangkarrang 

Makassar,–Pemerintah Kota Makassar menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Penyerahan bantuan pangan ini dilaksanakan secara simbolis oleh Asisten II Pemkot Makassar, Zainal Ibrahim didampingi Camat Kepulauan Sangkarrang, Andi Asdhar, Selasa (29/7/2025)

Proses pengangkutan dan penyaluran bantuan pangan dari Pemerintah Pusat berjalan lancar di Pulau Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, berkat sinergi warga, aparat, dan Perum Bulog Cabang Makassar. Sebanyak 33 ton beras disalurkan untuk 1.650 penerima manfaat di wilayah kepulauan tersebut pada periode Juni-Juli 2025.

Suasana gotong royong terlihat jelas saat dua warga dengan semangat menyunggi karung beras menuju titik distribusi. “Kami bergotong royong karena ini untuk kepentingan bersama. Meski berat, kami senang bisa membantu,” ujar salah seorang warga sambil menunjuk karung beras di pundaknya.

“Beras ini sangat membantu kami yang terkendala transportasi untuk belanja kebutuhan pokok,” ujar Sari (42 salah seorang warga Pulau Barrang Caddi. 

Pemerintah kelurahan memastikan pendistribusian dilakukan merata ke seluruh pulau dalam kecamatan, termasuk Barrang Lompo dan pulau-pulau kecil lainnya.

Penyaluran bantuan pangan di Kecamtan Kepualauan Sangkarrang ini merupakan bagian dari penyalurkan bantuan pangan beras dari pemerintah pusat melalui Perum Bulog kepada 40.727 penerima manfaat di seluruh wilayah kotaMakassar.

Total alokasi bantuan yang digelontorkan mencapai 800 ton untuk jatah dua bulan. 

“Disini tercatat sebanyak 274 penerima bantuan menerima total 5.480 kilogram beras, dengan masing-masing keluarga memperoleh 20 kilogram beras untuk dua bulan — setara dengan 10 kilogram per bulan,” jelas Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.

Ia menyampaikan, bantuan pangan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan.

Seluruh data penerima diambil dari Kementerian Sosial dan telah melalui proses verifikasi yang ketat.

“Kami juga menerapkan sistem double check di lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke yang berhak,” harap Appi dalam kegiatan tersebut. (*)

Tinggalkan komentar