Abdul Azis, Ajudan yang Naik Kelas Jadi Bupati, Sayang Terjerat KPK

Abdul Azis, pria kelahiran Enrekang, Sulawesi Selatan, 5 Januari 1986, memulai karir profesionalnya di dunia kepolisian.

Setelah menamatkan pendidikan di SPN Batua melalui Diktukba Polri (2004), ia bertugas di Polda Sulawesi Tenggara dengan pangkat terakhir Aipda (Ajun Inspektur Polisi Dua).  

Tak puas hanya berkarier di kepolisian, Azis melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), meraih gelar S1 Hukum (2016) dan S2 (2023).  

Transisi ke Dunia Politik

Perjalanan politik Azis dimulai ketika diangkat sebagai Wakil Bupati Kolaka Timur periode 2021-2026 pada 24 Agustus 2022. Kariernya semakin menanjak setelah memenangkan Pilkada 2024 dan dilantik sebagai Bupati definitif pada 20 Februari 2025.  

Selama menjabat, beberapa program unggulannya antara lain:  

– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah  

– Inisiatif Listrik Masuk Sawah (LMS) untuk petani  

– Fokus pada ketahanan pangan daerah  

Sebelum terpilih jadi Bupati Koltim pada Pilkada 2024 lalu, ia merupakan Wakil Bupati Koltim pada 2022-2023. Ia juga sekaligus menjabat Plt Bupati Koltim pada periode tersebut, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Bupati saat itu, Andi Merya, karena terjaring OTT KPK terkait kasus suap dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Abdul Azis kemudian dilantik menjadi Bupati Koltim definitif pada 27 November 2023. Lalu, pada Pilkada 2024 lalu, ia kembali terpilih sebagai Bupati Koltim periode 2025-2030.

Sebelumnya, Abdul Azis juga diketahui pernah menjadi ajudan Gubernur Sulawesi Tenggara pada 2018.

Prestasi dan Penghargaan

Dedikasinya di dunia pemerintahan diakui melalui beberapa penghargaan:  

– Pemimpin Daerah Inovatif 2022 (Kendari Pos Award)  

– Innovative Leader with a Passion for the Community (Seven Media Asia, 2023)  

Kekayaan dan Kasus Korupsi

Berdasarkan LHKPN per Maret 2024, total kekayaan Azis mencapai Rp7,2 miliar yang didominasi aset properti senilai Rp5,9 miliar di Kendari dan Mamuju. Namun, karier gemilangnya kini tercoreng setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus suap proyek RSUD Kolaka Timur senilai Rp126,3 miliar.  

Fakta Menarik

– Merupakan mantan bintara Polri pertama yang menjadi kepala daerah  

– Pernah menjabat sebagai Ajudan Gubernur Sultra (2018)  

– Masih aktif sebagai kader Partai NasDem hingga penangkapannya  

Kini, mantan polisi yang beralih menjadi politisi ini harus berhadapan dengan proses hukum, mengubur sementara segala prestasi yang pernah diraihnya selama ini. Kasus ini menjadi ujian berat bagi karier politik Azis yang semula dianggap sebagai salah satu bupati muda potensial di Sulawesi Tenggara.

Profil

Jenis Kelamin                      : Laki-Laki

Tempat, Tanggal Lahir       : Enrekang, 05 Januari 1986

Pekerjaan                            : Bupati Kolaka Timur

Alamat                                 : Desa Matabondu, Kec. Tirawuta, Kab. Kolaka Timur

Status Perkawinan             : Kawin

Nama Istri                                : Hartini Azis, A.Ma

Agama                                 : Islam

Riwayat Pendidikan       :

SD Negeri Kalukku, Kab.  Mamuju, Tahun 1997

SMPN 1 Kalukku, Kab. Mamuju, Tahun 2000

SMAN 1 Kalukku, Kab. Mamuju, Tahun 2003

Diktukba Polri,  SPN Batua, Lulus Tahun 2004.

S1 Univ. Sulawesi Tenggara, Lulus Tahun 2016

S2 Univ. Sulawesi Tenggara, Lulus Tahun 2023.

RiwayatPekerjaan                 :

Badit Intelkam Polda Sulawesi Tenggara, Tahun 2004

ADC Gubernur Sulawesi Tenggara, Tahun 2018

 Bupati Koltim, Tahun 2022-Sekarang

Tinggalkan komentar