Kopi, Wi-Fi, dan Dakwah: Z Coffee Nurul Jihad Hadirkan Metode Baru Syiar Islam di Makassar

Makassar,–-Masjid tak lagi sekadar tempat ibadah, tetapi kini juga menjadi pusat gaya hidup islami yang relevan bagi generasi muda. Hal ini dibuktikan dengan peresmian Z Coffee Nurul Jihad, sebuah warung kopi bernuansa dakwah yang berlokasi di pelataran Masjid Nurul Jihad, Kompleks IDI, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (7/8/2025).  

Dakwah Kekinian ala Z Coffee  

Dikonsep sebagai third space (ruang ketiga selain rumah dan kantor), Z Coffee menggabungkan hangatnya kopi, koneksi Wi-Fi gratis, dan nilai-nilai keislaman dalam satu paket. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan terobosan dakwah kontemporer.  

“Ini bukan sekadar tempat nongkrong, tapi ruang di mana anak muda bisa produktif sambil perlahan mengenal Islam. Siapa tahu awalnya datang untuk kopi, tapi lama-lama tertarik ikut pengajian,” ujar Jufri dengan senyum.  

Masjid sebagai Pusat Peradaban

Z Coffee terinspirasi dari kesuksesan Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang berhasil membina umat melalui kemandirian ekonomi. Beberapa fitur unggulannya:  

– Free Wi-Fi dengan wallpaper ayat Al-Qur’an di halaman login.  

– Diskusi kitab sambil ngopi setiap Jumat sore.  

– Layar live streaming kajian dari ulama ternama.  

– Program “Sedekah Kopi” untuk pembinaan hafiz Quran.  

“Kalau ada yang meet-up kerja kelompok atau remote working di sini, diharapkan suasana masjid akan mengingatkan mereka pada spiritualitas,” tambah Jufri.  

Dari Secangkir Kopi Hingga Keberkahan

Sebagian keuntungan Z Coffee akan dialokasikan untuk:  

✔️ Pembinaan tahfiz Quran.  

✔️ Operasional masjid.  

✔️ Beasiswa anak yatim.  

“Kopi yang dijual halalan thayyiban, keuntungannya jadi amal jariyah. Ini konsep double impact,” jelas perwakilan Baznas Kota Makassar selaku penggagas ide.  

Antusiasme Pejabat dan Milenial

Acara peresmian dihadiri jajaran Pemprov Sulsel, termasuk Kadis Dukcapil Iqbal Suhaeb dan Kasatpol PP Andi Arwin Aziz, serta puluhan anak muda. Sejak dibuka, Z Coffee ramai dikunjungi mahasiswa dan pekerja kreatif.  

“Asyik bisa ngoding sambil dengar adzan. Vibes-nya beda dari kafe biasa,” kata Rian, salah satu pengunjung.  

Dakwah yang Menyentuh Hati Tanpa Menggurui

Z Coffee membuktikan bahwa syiar Islam bisa dilakukan dengan cara fun, relatable, dan penuh strategi. Seperti kata Jufri, dakwah era sekarang harus memancing rasa penasaran, bukan memaksa. (*)

Tinggalkan komentar