Kolaka,–Lima unit traktor tangan (hand tractor) dari PT PLN (Persero) sukses mengubah wajah pertanian Kelompok Tani Mekongga di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini disebut meningkatkan produktifitas pengolahan lahan hingga, sekaligus memangkas biaya produksi petani yang sebelumnya bergantung pada sewa alat.

Sebelumnya, petani di Kelompok Tani Mekongga harus antre menggunakan mesin bajak sewaan yang terbatas. Proses olah lahan pun molor, tergantung cuaca dan ketersediaan alat.
“Sekarang, kami bisa menggarap sawah kapan saja. Jadwal tanam lebih tepat, panen lebih cepat,” ujar Syamsul Rijal, Ketua Kelompok Tani, dengan semangat.
Data PLN menunjukkan, bantuan ini telah memberi dampak nyata, nilai Social Return on Investment (SROI) 1,62 dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 3,55. Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan PLN menghasilkan manfaat sosial senilai Rp1,62 bagi petani.
GM PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan bantuan ini bagian dari strategi menjaga stok pangan nasional.
“Traktor ini bukan sekadar alat, tapi solusi untuk hasilkan beras berkualitas dan tekan ketergantungan impor,” tegasnya.
Selain menghemat biaya sewa, petani kini bisa memperluas lahan garapan. PLN berencana replikasi program ini di daerah lain, terutama kawasan sentra pangan. “Ini bukti kolaborasi BUMN dan masyarakat bisa gebrak produktivitas,” tambah Wisnu. (*)
