WAMI Respon Protes Ari Lasso: Akui Human Error, Janji Perbaikan Sistem 

Jakarta,–Menyusul protes keras Ari Lasso terkait kesalahan pembayaran royalti, Wahana Musik Indonesia (WAMI) akhirnya memberikan tanggapan resmi melalui surat terbuka. Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) ini mengakui adanya human error dalam pengiriman laporan royalti periode 2025-1 yang diterima Ari Lasso.  

Dalam surat bernomor WAMI/CC/2025/07/0021, WAMI menjelaskan bahwa kesalahan terjadi saat proses **email blast** pada 28 Juli 2025 pukul 20.46 WIB. Akibat kesalahan penggabungan data, beberapa anggota—termasuk Ari Lasso—menerima lampiran laporan yang bukan atas nama mereka. Dalam kasus Ari, laporan yang seharusnya mencantumkan namanya justru tertulis Muthoillah Rizal Affandi.  

WAMI menyatakan telah melakukan recall email tiga menit setelah laporan kesalahan diterima (pukul 20.49 WIB) dan memastikan bahwa tidak ada kesalahan dalam jumlah atau proses transfer royalti. Mereka menegaskan bahwa nominal yang diterima Ari Lasso tetap sesuai haknya, meski dokumen yang dikirim keliru.  

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kesalahan ini murni teknis dan tidak memengaruhi nilai royalti yang ditransfer,” tulis Adi Adrian, Presiden Direktur WAMI, dalam surat tersebut.  

Sebagai langkah perbaikan, WAMI berjanji akan:  

1. Memperketat prosedur pengiriman data dengan verifikasi berlapis.  

2. Meningkatkan sistem quality control untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa.  

3. Mengundang Ari Lasso untuk diskusi langsung guna klarifikasi lebih detail.  

WAMI juga menekankan komitmennya untuk menjaga kepercayaan anggota dan memperbaiki ekosistem royalti musik Indonesia. “Kami sangat menghargai masukan dari para musisi, termasuk Bapak Ari Lasso, sebagai bagian dari proses perbaikan kami,” tambah Adi Adrian.  (*)

Tinggalkan komentar