Jakarta,–Stabilitas sistem pembayaran nasional tidak lepas dari dukungan infrastruktur yang andal dan stabil. Bank Indonesia melaporkan bahwa seluruh infrastruktur pembayaran baik ritel maupun wholesale berjalan dengan lancar dan handal sepanjang Juli 2025.
- Anggota VI BPK Fathan Subchi Meninggal Dunia Saat Bertugas di Moskow
- Penimbunan Lahan Stadion Untia Dimulai, Pemkot Makassar Kejar Target Pekerjaan Fisik
- Polda Sulsel ‘Sekolahkan’ 18 Pelaku Tawuran di SPN Batua
- GIIAS Makassar 2026 Hadirkan 6 Aktivitas Interaktif, dari Test Drive hingga Live Music
- GIIAS Makassar 2026 Sediakan Parkir Gratis untuk Lebih dari 750 Kendaraan
Berdasarkan rilis resmi BI pada Kamis (20/8/2025), disebutkan, pada sisi transaksi bernilai besar, sistem BI-RTGS mencatatkan 959,32 ribu transaksi dengan nilai yang sangat fantastis, yakni Rp19.791,94 triliun. Sementara untuk transaksi ritel, sistem BI-FAST menjadi tulang punggung dengan memproses 414,62 juta transaksi.
Stabilitas infrastruktur ini juga tercermin dari kecukupan pasokan uang kartal dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 9,68% (yoy) menjadi Rp1.141,83 triliun pada Juli 2025.
“Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan, keandalan, dan keamanan infrastruktur SPBI, serta menjaga ketersediaan uang Rupiah yang layak edar hingga ke daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil),” tegas Junanto Herdiawan dalam pernyataannya.
Struktur industri yang sehat, ditandai dengan interkoneksi antar pelaku dan adopsi Open API (SNAP) yang meluas, semakin memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan digital Indonesia. (*)
