Site icon macassar.id

Polda Sulsel ‘Sekolahkan’ 18 Pelaku Tawuran di SPN Batua

Polda Sulsel Sekolahkan Pelaku Tawuran di SPN Batua

Polda Sulsel "menyekolahkan" pelaku aksi tawuran di Kota Makassar menjalani pembinaan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua pada 24–27 Oktober 2026

MAKASSAR — Sebanyak 18 orang yang terlibat dalam aksi tawuran antarkelompok warga di Kota Makassar menjalani pembinaan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua, Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Program ini tidak hanya berfokus pada pembinaan mental dan wawasan kebangsaan, tetapi juga direncanakan berlanjut ke pelatihan kewirausahaan.

Pembinaan berlangsung pada 24–27 Oktober 2026 dengan materi bimbingan rohani dan mental, penanaman wawasan kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai cinta tanah air.

Kepala SPN Batua Polda Sulsel, Kombes Pol Syamsu Ridwan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya membangun kesadaran peserta agar tidak kembali terlibat dalam tawuran.

“Setelah mengikuti pembinaan rohani dan mental serta penanaman wawasan kebangsaan, para peserta akan mendapatkan pembinaan kewirausahaan,” kata Syamsu Ridwan, Minggu (25/10/2026).

Dilatih Jadi Pengusaha

Menurut Syamsu, pembinaan kewirausahaan direncanakan melalui kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP).

Melalui program tersebut, peserta diharapkan memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Syamsu menjelaskan, pembinaan ini merupakan penjabaran dari program Kapolri untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Awal Chaeruddin, menerapkan program tersebut melalui pembinaan terhadap warga yang terlibat tawuran di SPN Batua.

“Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya konflik antarkelompok, sekaligus mendorong para peserta menjalani kehidupan yang lebih produktif,” ujar Syamsu.

Syamsu berharap pendekatan pembinaan dan pelatihan keterampilan dapat menumbuhkan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga keamanan dan memperkuat persatuan.

Upaya tersebut juga diharapkan mendukung terciptanya hubungan yang harmonis di tengah masyarakat serta mencegah konflik antarkelompok warga kembali terjadi. (*)

Exit mobile version