Makassar,–Pemilihan direksi dan dewan komisaris untuk perusahaan daerah (Perusda) memasuki tahap seleksi ketat. Ketua Tim Seleksi (Timsel), Prof Dr Aswanto, mengungkapkan jumlah pendaftar mencapai lebih dari 700 orang.
“700 lebih pendaftar direksi Perusda. Lalu kemudian nanti tim akan menyeleksi berkas, dan sesudah dinyatakan lolos berkas, baru mereka mengikuti tes potensi akademik dan membuat presentasi,” jelas Aswanto dalam wawancara, Jumat.
Tingginya antusiasme pendaftar tidak lantas membuat panitia memperpanjang waktu seleksi. Untuk menangani banyaknya berkas, Aswanto menyebut Sekretaris Daerah (Sekda) justru menambah personel tim yang membantu melakukan kualifikasi awal terhadap persyaratan yang diajukan.
- HM Aksa Mahmud, Pengusaha Paripurna Asal Barru
- Gubernur Sulsel Temui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Bahas Energi di Pulau
- Jalan Poros moncongloe Senilai Rp239 Miliar Mulai Dikerjakan
- Pertamina Akselerasi Perluasan Penyaluran Biosolar B50 di Sulawesi
- Proyek HPAL Sambalagi Masuk Fase Krusial, PT Vale Umumkan Kedatangan Mesin Autoclave
“Tidak, tidak, tidak, karena Pak Sekda malah menambah tim yang membantu untuk mengkualifikasi persyaratan yang disampaikan,” tegasnya.
Seleksi Berlapis dan Syarat Usia
Proses seleksi dirancang berlapis. Setelah seleksi administrasi, pelamar yang lolos akan menjalani serangkaian tes, termasuk Tes Potensi Akademik (TPA) dan presentasi.
Timsel juga menerapkan batasan usia yang ketat. Aswanto menegaskan, untuk posisi direktur, batas usia maksimal adalah 55 tahun. Sementara untuk posisi komisaris, batas usianya adalah 60 tahun. “Ketentuannya ada batas usia. Maksimum 60 tahun untuk komisaris, untuk direktur itu maksimal 55 tahun,” ujarnya.
Politisi Boleh Daftar, Asalkan…
Aswanto membuka peluang bagi kalangan politisi untuk mendaftar, dengan satu syarat utama: mereka tidak lagi aktif menjabat sebagai pengurus partai politik.
“Ya, kalau dia memenuhi persyaratan, maka politisi yang sudah… kalau bukan pengurus, ya kalau bukan pengurus, itu kita akan loloskan untuk mengikuti,” jelasnya.
Yang tidak kalah penting adalah keahlian spesifik yang sesuai dengan bidang perusahaan. Aswanto menekankan Timsel akan sangat memperhatikan hal ini.
“Timsel akan melihat keahlian yang dibutuhkan untuk posisi itu, apakah dia miliki atau tidak,” katanya.
Khusus untuk posisi di bidang pengelolaan air limbah (IPAL), misalnya, pelamar diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi yang relevan. “Nah, khusus untuk itu harus punya sertifikat, punya sertifikat yang berkaitan dengan pengelolaan limbah.”
Menanggapi pertanyaan mengenai peluang para Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) yang saat ini menjabat, Aswanto menegaskan prinsip kesetaraan bagi semua kandidat.
“Saya kira semua punya peluang yang sama. Karena kita berusaha untuk semaksimal mungkin berprinsip profesional,” pungkasnya.
Dengan lebih dari 800 pendaftar, proses seleksi direksi dan dewan komisaris Perusda ini dipastikan akan sangat kompetitif. Timsel berkomitmen untuk menjalankan proses yang transparan dan profesional untuk mendapatkan calon terbaik. (*)






