Kendari,–PT PLN (Persero) berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur listrik dengan menambah kapasitas pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 7,7 Giga Watt (GW) di kawasan Sulawesi. Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 untuk mewujudkan energi yang berkeadilan, andal, dan mendukung geliat industrialisasi di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara Diseminasi RUPTL 2025–2034 yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Senin (25/8/2025). Acara yang mengusung tema “Rencana Strategis PLN dalam Meningkatkan Rasio Elektrifikasi dan Mendukung PSN di Sulawesi Tenggara” ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan pelaku usaha.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan pembangkit EBT 7,7 GW tersebut akan terdiri dari PLTA/M (4.606 MW), PLTS (1.530 MW), PLTB (1.010 MW), PLTP (305 MW), dan Bioenergi (236 MW). Pembangunan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi lebih jauh untuk mendorong pertumbuhan investasi, industri, dan UMKM di Sulawesi Tenggara.
“PLN siap menjalankan seluruh rencana dalam RUPTL ini sebagai langkah nyata transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emissions. Dengan lokasi pembangunan yang kini sudah jelas dan terperinci, kami optimistis bisa memperkuat keandalan listrik nasional sekaligus mendorong pemanfaatan energi lokal untuk mewujudkan swasembada energi,” tegas Edyansyah dalam sambutannya.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah adalah kunci sukses implementasi RUPTL. “Melalui RUPTL ini, kami ingin memastikan ketersediaan listrik tidak hanya mendukung kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendorong pertumbuhan investasi, industri, dan UMKM di Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sultra disampaikan oleh Kepala Dinas ESDM Sultra, Andi Azis, yang mewakili Gubernur Andi Sumangerukka. Azis menegaskan bahwa listrik adalah katalisator utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi berkomitmen mendukung penuh implementasi RUPTL ini. Listrik adalah kunci utama peningkatan daya saing daerah, menarik investasi, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami mendorong sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan untuk melistriki hingga ke pelosok dan memajukan industri,” papar Azis.
RUPTL 2025–2034 dirancang sebagai pedoman pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berfokus pada penyediaan energi yang andal, ramah lingkungan, dan berkeadilan. Melalui diseminasi ini, PLN mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mewujudkan pembangunan energi yang berkelanjutan dan selaras dengan agenda transisi energi nasional. (*)
