Makassar,–RSUD Haji Makassar mulai menerapkan sistem pelaporan stunting berbasis digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
Langkah ini menjadi tindak lanjut dari bimbingan teknis tahap pertama mengenai Manajemen Peduli Stunting menuju Indonesia Emas (Mustika Gen-Emas).
Kegiatan implementasi digelar di Ruang Rapat Lantai 3 RSUD Haji Makassar, Senin (15/9/2025).
Acara ini dibuka langsung oleh Direktur UPT RSUD Haji Makassar, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes., dan dihadiri perwakilan IT serta SIMRS.
- Forum Alumni Sastra UMI Tuntut Investigasi Tuntas Kekerasan di Kampus UMI
- Tak Terlihat Publik, Ini Tugas Senyap Petugas Haji di Drop Baggage Zone Madinah
- Kloter 5 Embarkasi Makassar Terbang ke Madinah Malam Ini, Didominasi Perempuan
- Tips untuk Jemaah Haji Indonesia 2026 Selama di Tanah Suci
- Sudah 15.349 Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Arab Saudi
Turut hadir pula perwakilan dari sejumlah rumah sakit lingkup Pemprov Sulsel, antara lain RSUD Labuang Baji, RSKD Dadi Makassar, RSUD Sayang Rakyat, RSKIA Fatimah, RSKIA Pertiwi, dan RSUD La Mappapenning.
Evi menegaskan, implementasi ini menjadi langkah strategis mendukung program Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam aksi stop stunting. Ia menilai sistem digital akan memperkuat pencatatan data kasus stunting agar lebih akurat, cepat, dan terintegrasi.
“Pelaporan yang tepat waktu dan valid akan membantu pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam memantau perkembangan kasus stunting, mengevaluasi intervensi gizi, dan merancang program pencegahan yang lebih efektif,” ujar Evi.
Menurutnya, penguatan sistem digital ini sejalan dengan agenda transformasi layanan kesehatan di Sulsel. Data yang lebih akurat diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.
“Kami mengajak seluruh tenaga kesehatan, staf administrasi, dan pihak terkait di semua rumah sakit Pemprov Sulsel untuk berperan aktif dalam agenda ini, demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan,” kata Evi.
Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, Pemprov Sulsel menargetkan percepatan penurunan angka stunting sekaligus mendukung lahirnya generasi emas Indonesia. (*)





