Makassar, – Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Makassar menjadi lokasi penyelenggaraan Pelatihan AI Ready ASEAN yang digelar Mafindo Wilayah Kota Makassar, Kamis (25/9/2025) di Aula PSBB.
Kegiatan ini merupakan program kolaboratif ASEAN Foundation bersama Google.org yang tengah digalakkan di 10 negara. Tujuannya adalah meningkatkan literasi dan kecakapan masyarakat menghadapi era kecerdasan buatan (AI). Program ini menargetkan lebih dari 5,5 juta warga ASEAN untuk menguasai keterampilan AI.
Di Indonesia, sejumlah mitra turut terlibat sebagai Learning Implementation Partner (LIP) seperti Mafindo, Ruang Guru, Kaizen, Coding Bee, dan Bebras. Pelatihan ditujukan bagi siswa, guru, hingga orang tua dengan materi utama meliputi AI Fundamental, AI Usage & Implementation, AI Ethics-Privacy-Security, serta Teaching About AI.
Selain itu, peserta diberikan akses ke platform Learning Management System (LMS) institute.mafindo.or.id untuk memperdalam materi secara fleksibel.
- Wali Kota Munafri Siapkan Bantuan KUR untuk PKL yang Tertib
- Tingkatkan Literasi Keuangan, LPS Kunjungi Harian Fajar dan Bahas Ancaman “Passobis”
- Sinergi Eksekutif-Legislatif Diperkuat, Munafri Jadikan Hasil Reses Dasar Kebijakan
- May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Buruh Duduk Bersama di Lapangan Karebosi
- Dari Home Barista Jadi Coffeepreneur, Poltekpar Makassar Latih 30 Warga Bongaya Jadi Wirausaha Kopi
Kepala MAN 2 Makassar, Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd, menilai kegiatan ini sebagai pengalaman berharga bagi 100 peserta.
“Ini outing class yang sangat bermanfaat. AI bisa membantu banyak hal jika digunakan secara bijak,” ujarnya.
Koordinator Mafindo Makassar, Andi Fauziah Astrid, menyebut MAN 2 Makassar dipilih karena branding sekolah sebagai madrasah digital learning.
“Kami ingin siswa tidak hanya mampu memahami AI, tetapi juga menggunakannya secara etis,” jelasnya.
Tak hanya menyasar siswa, program ini juga menargetkan guru dan orang tua. Sebelumnya, Mafindo telah menggelar Campaign One Hour Code di Poltekkes Makassar yang diikuti lebih dari 1.500 peserta, membuktikan program ini berlangsung secara berkesinambungan.(*)



