Jakarta,– Penerimaan CPNS dapat dipastikan akan dilaksanakan pada 2016 mendatang. Anggaran penerimaan CPNS dipastikan masuk dalam APBN 2026.
Walau pemerintah belum mengumumkan jadwal pasti dan jumlah resmi formasi CPNS 2026, namun diperkirakan, seleksi CPNS 2026 akan mengikuti syarat yang mirip dengan tahun-tahun sebelumnya.
- Setiap Musim Hujan Katimbang & Paccerakkang Langganan Banjir, Wali Kota Siapkan Solusi Permanen
- Air Naik Tengah Malam, BPBD Makassar Evakuasi 53 Warga ke Kantor Kelurahan Katimbang
- Pastikan Warga Aman, Wali Kota Makassar Tinjau Lokasi Banjir Katimbang
- Pegadaian Serahkan Ambulans untuk Puskesmas Perawatan Saleman
- Cuaca Ekstrem, TRC BPBD Makassar Bergerak Cepat Tangani Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
Dikutip dari Fajar.co.id, disebutkan, berdasarkan data dan pola tahun sebelumnya, formasi CPNS 2026 diprediksi akan fokus pada sektor-sektor berikut:
A. Tenaga Guru dan Pendidikan
Formasi guru tetap menjadi prioritas. Banyak sekolah masih kekurangan guru ASN, terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Formasi ini akan dibuka untuk lulusan pendidikan seperti PGSD, PGTK, dan jurusan eksakta.
B. Tenaga Kesehatan
Rumah sakit daerah dan puskesmas masih membutuhkan banyak tenaga medis. Formasi untuk dokter, perawat, bidan, apoteker, dan tenaga gizi sangat dibutuhkan. Formasi kesehatan kemungkinan besar akan kembali mendominasi CPNS 2026.
C. Formasi Teknis
Pemerintah pusat dan daerah akan membutuhkan lulusan teknik, IT, ekonomi, dan hukum. Formasi seperti analis data, perencana, penyuluh, dan jabatan teknis lainnya diprediksi akan meningkat, apalagi dalam mendukung digitalisasi birokrasi.
D. Formasi untuk Lulusan SMA/SMK
Beberapa instansi membuka peluang untuk pelamar lulusan SMA/SMK. Formasi ini umumnya berada di sektor administrasi, pengamanan, dan pelayanan. Persyaratan cenderung sederhana dan tidak semua posisi mewajibkan tinggi badan atau pengalaman.
E. Formasi Khusus Daerah
Setiap pemerintah daerah mengusulkan formasi sesuai kebutuhan lokal. Daerah yang kekurangan tenaga ASN akan mendapatkan alokasi lebih besar. Peluang di daerah cenderung lebih terbuka, terutama bagi peserta yang bersedia ditempatkan di wilayah terpencil. (*)
