Makassar,–Bukan sekadar teori, tapi tentang menyelamatkan diri sendiri di dunia maya. Itulah inti dari Kampanye Literasi Keamanan Siber (KLiKS) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar untuk ratusan pelajar SMP. Fakta pahit menjadi pembuka: generasi muda adalah sasaran empuk kejahatan siber.
Sekretaris Diskominfo Makassar, Ismawaty Nur, dengan tegas menyoroti kerentanan ini.
“Mirisnya, sebagian besar korban kejahatan siber adalah generasi muda yang masih dalam tahap mencari jati diri dan belum memiliki filter kuat dalam menjaga privasi di dunia digital,” ujarnya dalam pembukaan kampanye bertema “Cerdas Memilah Informasi” di Novotel Makassar, Senin (1/10/2025).
Ismawaty membeberkan, internet bagai pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membuka gerbang ilmu pengetahuan tanpa batas. Namun, di sisi lain, ia menjadi sarana berbahaya bagi penipuan daring, pencurian identitas, penyebaran hoaks, perundungan (bullying), hingga eksploitasi anak. Ancaman-ancaman inilah yang seringkali mengintai di balik layar ponsel para pelajar.
- Pemkot Bersihkan PKL di Kecamatan Mariso
- Makassar Tuan Rumah MTQ Korpri ke-VIII, Pemkot Siapkan Panggung Terbaik
- Desa Sejahtera Astra Temon Pacitan Tembus Pasar Global: Ekspor Gula Aren Organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia
- Penjualan Mobil Nasional Januari 2026 Tembus 66.446 Unit, Astra Kuasai 52% Pangsa Pasar
- JNE Berikan Bonus Puluhan Juta untuk Skuad Cosmo JNE FC yang Berprestasi Membela Timnas di Ajang Asia
Kampanye selama dua hari (1-2 Oktober 2025) ini dirancang sebagai “immune digital” bagi peserta. Melalui pemaparan interaktif dari dua narasumber ahli, Ibnu Try Rosadi dan Ismail Fauzi, para pelajar diajak untuk tidak lagi menjadi korban yang pasif.
“Mereka dibekali dengan kemampuan untuk waspada dan memilah informasi secara bijak. Dengan pemahaman yang baik tentang kejahatan siber, kita bisa terapkan langkah-langkah keamanan yang efektif,” tambah Ismawaty.
Harapannya, KLiKS tidak berhenti sebagai seremonial dua hari. Ismawaty berkomitmen untuk mendorong penguatan literasi digital di semua sekolah.
“Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga aman dan bertanggung jawab dalam setiap klik di ruang digital,” pungkasnya.
Kampanye ini menjadi sinyal kuat bahwa di era yang serba terhubung, membekali anak dengan pengetahuan keamanan siber sama pentingnya dengan membekali mereka dengan pelajaran matematika atau sains. Karena di dunia maya, yang dipertaruhkan bukan hanya nilai, tapi masa depan dan keamanan diri mereka sendiri. (*)




