Makassar,–Mesin pencarian google.com memberikan peringatan excessive heat/panas yang berlebih di fitur cuaca.
Tulisan itu bisa dilihat saat mengetik weather/cuaca di fitur pencarian Google di ponsel Anda. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga tanggal 20 Oktober 2015.
Lantas, apa itu peringatan excessive heat? Mengutip dari laman resmi Google, Google akan menampilkan peringatan excessive heat/panas berlebih saat:
Kombinasi suhu dan kelembapan dianggap berbahaya bagi tubuh manusia (menurut ambang batas bahaya NWS Heat Index).
Suhu di lokasi itu berada di atas normal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi panas berlebih berlangsung minimal dua hari berturut-turut.
Warga Kota Makassar diimbau untuk mewaspadai cuaca panas yang terik belakangan ini.
Berdasarkan penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirujuk oleh Detik.com, istilah “Excessive Heat” merujuk pada kondisi suhu panas yang tidak biasa dan berlangsung dalam durasi yang cukup lama. Kondisi ini dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti kelelahan akibat panas, heat stroke, hingga kram otot.
Meskipun BMKG sendiri lebih sering menggunakan istilah “peringatan cuaca panas” atau “suhu maksimum”, esensi dari peringatan yang muncul di Google tersebut patut diperhatikan. Fenomena ini didorong oleh beberapa faktor meteorologis.
“Kondisi ini dipicu oleh posisi semu matahari yang berada di utara khatulistiwa, sehingga intensitas radiasi matahari yang diterima wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan seperti Makassar, menjadi lebih maksimal,” jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, seperti dikutip dari Detik.com.
Selain itu, kondisi atmosfer yang stabil dan sedikitnya tutupan awan di langit Makassar memungkinkan panas matahari langsung menyinari permukaan tanah tanpa banyak terhalang, sehingga suhu terasa semakin menyengat.
Menyikapi hal ini, warga Makassar disarankan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan:
1. Meningkatkan Hidrasi: Minum air putih lebih banyak dari biasanya, jangan tunggu haus.
2. Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan: Hindari beraktivitas di bawah terik matahari langsung pada siang hari, khususnya antara pukul 11.00 hingga 15.00 WITA.
3. Menggunakan Pelindung: Gunakan topi, payung, tabir surya, dan pakaian yang longgar dan menyerap keringat jika harus beraktivitas di luar.
4. Waspada terhadap Gejala: Kenali gejala heat exhaustion seperti pusing, mual, lemas, dan keringat berlebih. Jika mengalami gejala tersebut, segera cari tempat teduh dan minum air.
Dengan kewaspadaan dan persiapan yang tepat, warga diharapkan dapat melalui periode cuaca ekstrem ini dengan tetap menjaga kesehatan dan produktivitas. Informasi lebih lanjut mengenai prakiraan cuaca dapat diakses melalui kanal resmi BMKG. (*)




