Morowali,–PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) atau Huabao Indonesia berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam bidang Corporate Social Responsibility (CSR) pada ajang Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards 2025 (BISRA 2025) yang bertajuk “Transforming CSR Into Meaningful Impact During Uncertain Time”, Selasa (1/10/2025).

Huabao Indonesia (Zhengshi Holding Group) berkomitmen akan terus menginternalisasi prinsip keberlanjutan ke seluruh lini bisnis, dengan fokus pada penyaluran CSR yang memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan daerah diantaranya adalah CSR di bidang infrastruktur Bandara Maleo Morowali dan CSR bidang pendidikan yang dikenal dengan nama Huabao Youth Empowering Chambers (HYEC).
Departement External Huabao Indonesia, Zheng Yong, yang menerima langsung penghargaan tersebut di Lavva Lounge Plaza Senayan, Lobby Palem Lantai P4, mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap konsistensi Huabao dalam mengelola Pilar Sosial sebagai bagian dari kerangka keberlanjutan.
- Pegadaian Serahkan Ambulans untuk Puskesmas Perawatan Saleman
- Cuaca Ekstrem, TRC BPBD Makassar Bergerak Cepat Tangani Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
- BPBD Makassar Aktifkan Status Siaga Darurat Bencana
- Appi Kenang Alm H Bahtiar Bakri Sebagai Sosok Penopang Politiknya
- Makassar Half Marathon 2026 Targetkan Lonjakan Peserta Jadi 12.000 Pelari
“Huabao akan terus menginternalisasi prinsip sustainability ke dalam sistem kerja organisasi secara menyeluruh, salah satunya melalui program-program CSR yang memiliki dampak positif terhadap masyarakat khususnya di sekitar lingkar industri,” ujarnya.
Di tempat terpisah, External Manager Huabao Indonesia, Cipto Rustianto menambahkan, Zhenshi Holding Group telah merampungkan dua proyek tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, berupa perpanjangan landasan pacu Bandara Maleo dan perbaikan ruas jalan trans Sulawesi di Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat.

“Landasan pacu Bandara Maleo diperpanjang dari 1.500 meter menjadi 1.800 meter dengan lebar 30 meter,” ungkap Cipto.
Dia menjelaskan khusus untuk proyek Bandara Maleo itu menelan investasi sekitar 10 juta dolar AS atau setara Rp164 miliar. Sedangkan untuk CSR di bidang pendidikan, lanjut Zheng Yong, bertujuan untuk terus mendorong kualitas dan kuantitas sumber daya manusia lokal dan bisa memiliki daya saing secara global sehingga bisa terserap di berbagai industri.
“Kami berharap dengan program HYEC ini mampu mendorong daya saing SDM lokal bisa lebih kompetitif baik di dalam industri dalam negeri maupun industri luar negeri. Karena dalam HYEC tersebut, para siswa dibekali pembelajaran soft skill yang menjadi modal utama bisa di serap di industri”, jelas Cipto.
Adapun HYEC ini sudah di gelar sejak 2023, dan sudah menyasar siswa-siswi di Kabupaten Morowali, mulai dengan pembelajaran soft skill seperti Public Speaking dan Problem Solving untuk anak-anak SMK seperti di SMK 1 Bungku Barat dan SMK 2 Bungku Barat. Selain itu untuk pembelajaran Bahasa Mandarin sudah mulai di terapkan untuk anak Sekolah Dasar di SD Tondo dan TK seperti di TK Assyahfa di Desa Topogaro dengan konsep bermain sambil belajar Bahasa Mandarin. (*)
