KRI Hiu-634 Selamatkan 9 Nelayan di Tengah Amuk Gelombang Selat Makassar

Makassar,-–Sebuah operasi kemanusiaan berhasil digelar di tengah kondisi cuaca ekstrem di Selat Makassar. Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hiu-634 sukses mengevakuasi sembilan nelayan dan penumpang dari perahu tradisional KM Jolloro yang mengalami kegagalan mesin dan terombang-ambing diterjang gelombang tinggi, Senin (24/11/2025).

Insiden berawal ketika KRI Hiu-634, yang sedang melaksanakan Operasi Yudha Dharma-02, mendeteksi sebuah perahu kecil dalam kondisi tidak berdaya. Melalui pengamatan radar dan visual, awak kapal perang melihat para korban sedang melambaikan tangan sebagai tanda meminta pertolongan. Saat itu, angin kencang dan gelombang tinggi terus mengancam keselamatan mereka.

Menyadari situasi genting tersebut, Komandan KRI Hiu-634, Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro, tak ragu memerintahkan kapalnya untuk mendekati KM Jolloro. Dari jarak dekat, terkonfirmasi bahwa perahu berisi sembilan orang tersebut dalam kondisi darurat dan membutuhkan bantuan segera.

“Tim penyelamat segera diterjunkan menggunakan sekoci untuk mendekati KM Jolloro. Saat tiba di lokasi, semua penumpang ditemukan dalam keadaan selamat, namun satu orang dilaporkan mengalami kelelahan berat, mabuk laut, demam, dan meriang akibat terpapar cuaca buruk dalam waktu lama. Sementara mesin perahu benar-benar mati total,” ujar seorang sumber militer di lokasi.

Dengan mempertimbangkan keselamatan sebagai prioritas utama, Komandan Ribuantoro mengambil keputusan untuk mengevakuasi lima penumpang, termasuk korban yang sakit, ke atas KRI Hiu-634. Kelima korban tersebut langsung mendapatkan pertolongan medis pertama, dibungkus dengan selimut hangat, dan diberi bantuan logistik untuk memulihkan kondisi.

Sementara itu, empat penumpang lainnya yang kondisinya dinilai stabil memilih untuk tetap berada di KM Jolloro. Perahu mereka kemudian ditarik oleh perahu nelayan lain yang kebetulan melintas di area tersebut menuju Pulau Kodingareng Keke, tujuan awal mereka.

Konfirmasi resmi diperoleh dari Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M,. Saat tiba di Dermaga Layang Koarmada VI Makassar, ia menyampaikan bahwa kelima penumpang yang dievakuasi ke KRI Hiu-634 telah dibawa ke RSAL Jala Ammari untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

“Operasi penyelamatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AL, khususnya jajaran Koarmada VI, untuk senantiasa hadir dan melindungi segenap anak bangsa, bahkan di tengah kondisi operasi tempur sekalipun. Keberhasilan ini menunjukkan kesiagaan dan profesionalisme awak KRI Hiu-634,” tegas Laksamana Muda Andi Abdul Aziz.

Operasi penyelamatan ini kembali mengingatkan akan bahaya dan tantangan yang dihadapi para nelayan tradisional di perairan Indonesia, sekaligus meneguhkan peran TNI AL sebagai penjaga kedaulatan dan keselamatan di laut Nusantara. (*)

Tinggalkan komentar