Korban langsung di antar ke rumah keluarga.
MAKASSAR – Upaya pencarian intensif terhadap nelayan yang hilang di perairan Makassar akhirnya mencapai titik akhir. Yanto (35), yang dilaporkan hilang saat memasang jaring di tengah cuaca ekstrem, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin siang (2/2/2026).
Korban merupakan kakak ipar dari pelapor atas nama Laha (48 tahun). Kejadian tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan gelombang laut yang sangat tinggi, sehingga berpotensi membahayakan aktivitas nelayan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kota Makassar langsung bergerak cepat dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC). Proses pencarian dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Kota Makassar dan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor.
- SPMB Makassar 2026 Dibuka 8 Juni, Disdik Minta Orang Tua Segera Buat Akun dan Siapkan Dokumen
- Bank Sulselbar Pertahankan Peringkat idA+ dengan Outlook Stabil dari Pefindo
- TPA Antang Bersolek: Tambang Berizin Pasok Tanah Urug, Pemkot Makassar Pastikan Pembenahan Sesuai Aturan Menuju Sanitary Landfill
- Mubes KKIB Sulselbar Sahkan Prof Sumbangan Baja Pimpin Kembali Hingga 2031, Fokus pada Data Warga Buton dan Infrastruktur Pemakaman
- Pelantikan Pengurus IKA FSIKP UMI 2026-2031 Jadi Momentum Penguatan Jaringan Alumni dan Kontribusi untuk Almamater
Pada pukul 11.50 WITA, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) oleh tim gabungan BPBD, DAMKARMAT, TNI–Polri, serta masyarakat setempat. Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Ditemukan oleh Tim Gabungan
Keberhasilan penemuan korban merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang tidak surut meski menghadapi tantangan alam yang berat. Tim gabungan tersebut terdiri dari:
- TRC BPBD Kota Makassar
- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DAMKARMAT)
- TNI dan Polri
- Masyarakat setempat
Sesaat setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke daratan dan diserahkan kepada pihak keluarga yang diwakili oleh pelapor sekaligus kakak ipar korban, Laha (48).
“Berkat sinergi seluruh unsur di lapangan, meski cuaca sangat berat dengan ombak tinggi, korban berhasil kami temukan. Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar pernyataan resmi BPBD Makassar. (*)



