Gowa,-–Scopus Team FEBI UIN Alauddin Makassar berhasil meraih Juara 1 dalam lomba poster pada kegiatan Pekan Aksi Zero Tolerance terhadap Kekerasan Seksual yang digelar Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) bekerja sama dengan LP2M UIN Alauddin Makassar, Kamis (4/12/2025), di Auditorium Kampus 2 Samata.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam acara penutupan kegiatan dan pengumuman pemenang lomba yang menjadi puncak rangkaian Pekan Aksi PPKS sejak 25 November hingga 4 Desember 2025. Sertifikat resmi yang diterima mencantumkan nama Adnan Apriansyah Putra, Muhammad Husdar, dan Ashey Yuniar sebagai pemenang lomba poster kategori Zero Tolerance terhadap Kekerasan Seksual lingkungan kampus.
Ketua Scopus Team, Adnan Apriansyah Putra, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, hari ini kami menerima pengumuman lomba poster yang diselenggarakan PSGA bekerja sama dengan LP2M, dan tim Scopus berhasil mendapatkan juara pertama. Kami sangat bersyukur bisa meraih hasil ini,” ungkapnya pada Kamis (4/12).
- Vasaka Hotel Luncurkan Paket “Laper”! Rp75.000 All You Can Eat, Ultah Gratis, Hanya di Vasaka!
- Kemendagri Setujui, Seleksi Direksi PDAM Makassar Berlanjut, 24 Peserta Siap Ikuti Tahap Wawancara
- Korban Geng Motor di Ablam Dirawat Gratis di RS Daya, Pemkot Makassar Tanggung Biaya
- Alumni FEB Unhas Luncurkan “Seruan Bulungan”: Ekonomi RI Kena Sindrom Stabilitas Semu, Terjebak Drifting Economy
- Munafri Buka Sipakracca MMA Sulsel, 100 Atlet Siap Bertarung Menuju Panggung Dunia
Ia menceritakan perjalanan tim dalam menghasilkan karya mereka. “Dari mulai penggarapan hingga hari ini, kami betul-betul bekerja keras untuk memaksimalkan karya kami. Alhamdulillah hasilnya terbaik dan sesuai harapan,” lanjutnya.
Adnan menutup pernyataannya dengan semangat optimisme terhadap langkah timnya ke depan. “Harapannya, ini menjadi langkah awal bagi Scopus Team. Semoga ke depan kami masih bisa mendapatkan juara-juara selanjutnya. Semoga tambah jaya selalu,” harapnya.
Sementara itu, anggota tim, Ashey Yuniar, turut mengungkapkan proses kreatif yang dijalani. “Poster ini kami kerjakan selama dua hari. Kami memilih desain tersebut karena paling sesuai dengan tema kampanye dan bisa menyampaikan pesan yang kuat,” jelasnya.






