Makassar,-–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar siang ini bergerak cepat menangani serangkaian kejadian akibat angin kencang yang melanda sejumlah titik di kota ini. Dalam rentang waktu kurang dari satu jam, tiga laporan bencana diterima posko, mulai dari pohon tumbang hingga kerusakan rumah.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Dr. Fadli Tahar, menegaskanbahw, kecepatan respons timnya adalah hal utama. “Mereka Tak Butuh Validasi, Cukup Tahu Kami Dibutuhkan. TRC BPBD kadang turun lebih dulu sebelum diperintah. Prinsipnya, mereka sudah di lokasi,” tegas Fadli saat dikonfirmasi mengenai respons timnya.
Berikut kronologi kejadian yang dilaporkan sejak pagi tadi:
1. Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan (09.30 WITA)
Sebatang pohon tumbang dan menutup akses jalan keluar-masuk warga di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Makassar. Tim TRC Regu Bheta+ langsung melakukan pemotongan dan pembersihan. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang dilaporkan, namun akses jalan sempat terputus total.

2. Atap Rumah Rusak di Laikang (09.20 WITA)
Hujan disertai angin kencang merusak atap bagian depan (ruang tamu) sebuah rumah di Jalan Laikang No. 77, Kecamatan Biringkanaya. Satu rumah mengalami kerusakan ringan. Dua orang dewasa terdampak dan membutuhkan bantuan terpal darurat.

3. Dua Rumah Rusak Berat di Sudiang (09.30 WITA)
Kejadian terparah dilaporkan dari Perumahan Permata Sudiang Raya. Angin kencang menyebabkan atap dua rumah di Blok K nomor 16 dan 17 porak-poranda. Kedua rumah mengalami kerusakan berat di bagian atap lantai dua. Sebanyak tujuh jiwa dari dua kepala keluarga terdampak, termasuk seorang anak. Kebutuhan terpal mendesak disampaikan warga.

Respons Terpadu dan Pengawasan Lanjutan
Seluruh kejadian telah ditangani oleh petugas BPBD yang berkoordinasi dengan Polri, Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah setempat, dan warga. Tidak ada korban luka atau meninggal dalam serangkaian kejadian ini.
Dr. Fadli Tahar mengimbau warga untuk terus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan melalui saluran darurat BPBD Kota Makassar.
“Laporan-laporan awal ini adalah bahan vital bagi kami. Ini membuktikan sistem pemantauan dan respons kami bekerja. Ke depan, kami akan terus tingkatkan kesiagaan, terutama dalam menghadapi anomali cuaca,” pungkasnya.
BPBD Kota Makassar terus memantau perkembangan dan siap menerjunkan tim jika terdapat laporan baru. Warga diharapkan menghindari area bawah pohon besar dan struktur bangunan yang tidak stabil saat angin kencang. (*)
