Makassar,–Wali Kota Makassar melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Sabtu tgl 10 Januari 2025 Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus melihat langsung situasi aliran Sungai Biring Je’ne yang meluap akibat intensitas hujan tinggi.
Dalam kunjungan ini, Wali Kota Makassar didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Makassar dan Kepala BPBD Kota Makassar. Rombongan meninjau sejumlah titik terdampak, termasuk kawasan Kodam III yang berada di sepanjang bantaran sungai.
Wali Kota menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor, mengingat Sungai Biring Je’ne merupakan sungai strategis yang menjadi batas wilayah antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
“Sungai ini bukan hanya aliran air, tetapi jalur risiko yang harus kita kelola bersama. Pemerintah hadir untuk memastikan warga aman dan langkah penanganan berjalan cepat,” tegas Wali Kota saat berada di lokasi.
Diketahui, BPBD Kota Makassar telah memasang Early Warning System (EWS) di Sungai Biring Je’ne sebagai alat deteksi dini banjir. EWS ini berfungsi memantau kenaikan debit air secara real time dan menjadi sistem peringatan awal bagi petugas dan masyarakat sekitar untuk melakukan langkah antisipasi.
Kepala BPBD Kota Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, menjelaskan bahwa pemasangan EWS merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana, khususnya di wilayah rawan banjir.
- Munafri Apresiasi 74 Tahun Kalla Group, Dorong Kolaborasi Bangun Makassar
- Ketua DPD PPUAD Sulut Dukung Muhammad Luthfi Jadi Komisioner KND, Soroti Keterwakilan Indonesia Timur
- Sulsel Fest 2026 Fasilitasi 60 UMKM, Sediakan 40 Stan Gratis di Phinisi Point
- Buka Musda III Permabudhi Sulsel, Pemprov Tekankan Kerukunan dan Ekoteologi
- Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Distribusi Pangan Kawasan Sulampua
“Banjir tidak bisa kita hindari sepenuhnya, tapi risikonya bisa kita kurangi. EWS ini adalah alat penting untuk membaca kondisi sungai lebih cepat, sehingga petugas dan warga punya waktu untuk bersiap,” ujar Fadli.
Ia menambahkan, tim TRC BPBD Kota Makassar telah disiagakan penuh untuk melakukan pemantauan, asesmen dampak, serta membantu warga jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan.
“Kami bekerja 24 jam. Masyarakat tidak butuh janji, mereka butuh respon cepat. Dan itu yang terus kami lakukan di lapangan,” tegasnya.
BPBD Kota Makassar juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Biring Je’ne agar tetap waspada, mengikuti informasi resmi pemerintah, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat. (*)
