
JAKARTA,–Kunjungan Kerja (Kuner) Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, mendadak dibatalkan, Rabu (14/1/2026).
Isu keamanan diduga menjadi penyebab utama penundaan itu. Adanya pertimbangan terkait situasi keamanan di wilayah tujuan. Sebelumnya, Wapres Gibran diketahui tengah berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Sebelunya, Wapres diagendakan melakukan kunjungan ke Yahukimo dengan mengendarai pesawat Hercules usai menyelesaikan rangkaian kegiatan di Wamena pada hari yang sama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, setelah mengunjungi SMAN 1 Wamena, Wapres langsung menuju Bandara Wamena untuk bertolak ke Bandara Dekai, Yahukimo. Pesawat Hercules bahkan telah disiagakan di Bandara Wamena untuk mengangkut Wapres beserta rombongan.
- JNE Content Competition 2026 Dibuka, Hadiah Ratusan Juta hingga Umrah & Holy Land
- Kantor Baru DWP Diresmikan, Wali Kota Munafri Tekankan Peran Pemberdayaan Keluarga
- DJP Sulselbartra Apresiasi Pemkot Makassar, Munafri Jadi Panutan Lapor SPT Lebih Awal
- Mendag Pantau Pasar Terong hingga Ritel Modern, Harga Pangan Makassar Relatif Terkendali
- Munafri Minta Warga Jaga Ketertiban, Hindari Konvoi Tembak-Tembakan
Namun, sebagaimana dilansir dari fajar.co.id, sesaat setelah tiba di bandara, rencana tersebut berubah. Dalam hitungan menit, kunjungan ke Yahukimo dibatalkan dan Wapres Gibran justru langsung bertolak menuju Biak, Papua.
Sementara itu, Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Ilham Datu Ramang, mengungkapkan bahwa perubahan agenda tersebut merupakan kewenangan protokol Wakil Presiden. Ia menyebut jadwal kunjungan bersifat dinamis dan sangat bergantung pada kondisi lapangan.
“Tadi sudah dipertimbangkan untuk rombongan kembali ke Kabupaten Biak Numfor, mungkin ada pertimbangan lain yang kami tidak tahu, atau kemungkinan ada hal lain di pusat yang membuat Wapres harus kembali ke Jakarta,” kata Ilham.
Ia menambahkan, perubahan jadwal itu tidak semata-mata disebabkan oleh kondisi keamanan di Yahukimo.
Aparat TNI dan Polri di wilayah tersebut sebenarnya telah siap melakukan pengamanan dan hal itu sudah dilaporkan sebelumnya.
“Kami juga tidak mengetahui secara pasti perubahan jadwal ini karena apa, namun yang jelas kemungkinan ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan di pusat,” Ilham menuturkan.
Di tempat terpisah, Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP sekaligus Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, memberikan penjelasan berbeda.
Ia menegaskan bahwa penundaan kunjungan Wapres ke Yahukimo dilakukan murni atas dasar pertimbangan keamanan.
“Ya, penundaan itu dilakukan karena alasan keamanan,” ucap Amrin saat memberikan keterangan di Bandara Frans Kaisiepo, Biak Numfor, Papua, dikutip dari Antara, Rabu (14/1/2026) kemarin.
Amrin menjelaskan, berdasarkan laporan intelijen yang diterima hingga pagi hari, terdapat potensi ancaman dari kelompok-kelompok tertentu di wilayah Yahukimo.
“Karena melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wapres untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” katanya.
Ia menambahkan, demi keselamatan VVIP, kunjungan kerja tersebut akan dijadwalkan ulang pada waktu yang lebih kondusif.
“Dari pertimbangan intelijen kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP tentunya sangat tidak memungkinkan,” kuncinya. (*)





