
MAROS,—Proses pencarian pesawat ATR 42-500 (sebelumnya disebut ATR 400) milik Indonesia Air Transport dihentikan untuk sementara.
- Wali Kota Munafri Siapkan Bantuan KUR untuk PKL yang Tertib
- Tingkatkan Literasi Keuangan, LPS Kunjungi Harian Fajar dan Bahas Ancaman “Passobis”
- Sinergi Eksekutif-Legislatif Diperkuat, Munafri Jadikan Hasil Reses Dasar Kebijakan
- May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Buruh Duduk Bersama di Lapangan Karebosi
- Dari Home Barista Jadi Coffeepreneur, Poltekpar Makassar Latih 30 Warga Bongaya Jadi Wirausaha Kopi
Pesawat ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, pada Sabtu (17/1/2026).
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan penghentian sementara dilakukan karena mempertimbangkan kondisi cuaca serta keterbatasan jarak pandang, terutama saat memasuki malam hari.
“Kami menggerakkan personel terlebih dahulu ke kaki Gunung Bulusaraung. Selanjutnya kami melihat kondisi cuaca. Jika memungkinkan, pencarian akan tetap dilanjutkan,” ujarnya.
Sebelum dihentikan sementara, tim SAR telah melakukan pencarian melalui jalur udara dan darat. Pencarian udara dilakukan menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara.
Temukan Titik Merah
Dari hasil pemantauan udara, petugas melihat satu titik berwarna merah yang dicurigai sebagai serpihan. Namun, temuan tersebut belum dapat dipastikan.
“Dari heli terlihat satu titik merah, tetapi belum bisa dipastikan apakah itu merupakan serpihan pesawat,” jelasnya.
Sementara itu, tim darat telah diterjunkan ke sejumlah lokasi berdasarkan informasi dari masyarakat. Hingga sore hari, hasil pencarian di jalur darat masih nihil.
“Tim pertama dan kedua sudah melakukan penyisiran berdasarkan informasi warga, hasilnya belum ditemukan apa pun,” katanya.
Perkembangan baru diterima dari kawasan Bulusaraung setelah adanya laporan dugaan serpihan di rumah seorang kepala dusun. Menindaklanjuti informasi tersebut, satu tim tambahan dari Makassar kembali diberangkatkan menuju lokasi.
Meski terdapat laporan dugaan serpihan, pihak SAR menegaskan belum dapat memastikan kebenarannya karena belum ada konfirmasi resmi dari pihak maskapai.
“Kami belum bisa memastikan temuan tersebut. Fokus utama saat ini tetap pada upaya pencarian,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara, koordinat pencarian terpusat di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam perjalanan dari posko utama. Namun hingga tim tiba di lokasi, posisi pasti pesawat masih belum dapat dipastikan, apakah berada di puncak atau lereng gunung.
Saat ini, pencarian difokuskan pada empat titik berbeda di sekitar kawasan Bulusaraung dan akan kembali dilanjutkan setelah kondisi cuaca memungkinkan.(*)



