
MAKASSAR – Rencana kedatangan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke Kota Daeng memicu tensi hangat di kalangan aktivis mahasiswa. Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Alauddin Makassar secara terbuka menyatakan penolakan terhadap kunjungan tersebut, di tengah persiapan Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ketua Dema UIN Alauddin, Muh Zulhamdi Suhafid, menegaskan bahwa Sulawesi Selatan seharusnya tidak menjadi panggung bagi tokoh yang ia nilai memiliki persoalan integritas.
Alasan Penolakan: Soroti Isu Korupsi hingga Ijazah
Zulhamdi mengungkapkan bahwa sikap penolakan ini didasari oleh sejumlah isu yang sempat menyeret nama Jokowi di level nasional.
“Sulawesi Selatan bukanlah tempat yang tepat bagi mereka yang memiliki masalah dengan integritas dan kredibilitas. Hal ini disebabkan keterlibatan nama beliau dalam beberapa kasus, seperti dugaan korupsi kuota haji hingga isu keaslian ijazah yang masih diperdebatkan,” ujar Zulhamdi, Jumat (30/1/2026).
Gerakan penolakan ini bahkan sempat diwarnai dengan aksi demonstrasi oleh sejumlah elemen mahasiswa yang menyuarakan keresahan serupa.
Grace Natalie Pastikan Jokowi Hadir di Rakernas PSI
Berseberangan dengan arus penolakan, pihak internal PSI memastikan bahwa agenda kunjungan Jokowi tetap berjalan sesuai rencana. Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, mengonfirmasi kehadiran sang mantan Presiden untuk memberikan arahan kepada para kader.
“Insyaallah hadir,” kata Grace singkat saat ditemui di Hotel Claro, Makassar.
Kehadiran Jokowi dijadwalkan menjadi puncak agenda dalam Rakernas PSI yang mengumpulkan pengurus dari seluruh penjuru Indonesia. Hal ini sekaligus menepis rumor yang menyebutkan bahwa Jokowi batal menyambangi Makassar.
Agenda Padat di Makassar (29 Januari – 1 Februari 2026)
Berdasarkan jadwal resmi yang dihimpun redaksi, kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan besar di Makassar:
- Jumat, 30 Januari: Sidang Komisi I Rakernas di Hotel Claro.
- Sabtu, 31 Januari (Pukul 09.00 WITA): Arahan Bapak J (Jokowi) di Hotel Claro, dilanjutkan dengan Gala Dinner di atas Kapal Phinisi, Pantai Losari.
- Minggu, 1 Februari: Agenda ditutup dengan jalan santai di Monumen Mandala.
Penolakan dari Dema UIN Alauddin ini menunjukkan bahwa Makassar tetap menjadi barometer politik yang kritis. Meskipun agenda utama Jokowi adalah urusan internal partai (PSI), respons mahasiswa menunjukkan bahwa setiap gerak-gerik politik tokoh nasional di Sulsel akan selalu berada di bawah “radar” pengawasan aktivis kampus. (*)



